“UMS memiliki kesamaan visi, rumpun, dan lembaga yang mirip dengan Unpad, sehingga mudah melakukan penyesuaian kurikulum, capaian pembelajaran, dan program-program akademik lainnya,” imbuhnya.
Melalui momentum Dies Natalis ini, FPIK Unpad juga bersiap memperoleh rekognisi internasional. Tahun ini, kata Yudi, lima prodi di FPIK akan bersiap menjalani proses visitasi akreditasi internasional oleh lembaga akreditasi ASIIN.
Selain itu, Prodi Ilmu Kelautan juga tengah mengajukan proses akreditasi internasional dari lembaga Imarest.
Program unggulan lainnya adalah peningkatan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk penyelesaian masalah di sektor perikanan dan kelautan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengapresiasi kerja sama Double Degree dengan UMS. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan pengelolaan perikanan di kedua negara.
“Mudah-mudahan makin banyak yang ikut program ini, potensi kemaritiman kita dan upaya konservasinya dapat dikelola dengan baik,” kata Rektor.
Acara puncak Dies Natalis ke-17 FPIK Unpad ini juga diisi orasi ilmiah oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Ir. Artati Widiarti, M.A., dan Dosen di Borneo Marine Research Institute UMS Dr. Rafidah Binti Othman, DVM, PhD, serta pameran gelar produk inovasi perikanan.
(Natalia Bulan)