Guna mendukung hal tersebut, FPIK Unpad telah mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk pembangunan gudang beku ikan (cold storage) berkapasitas 10 ton.
“Kita ingin orientasi produknya ke skala ekspor. Alhamdulillah, kita dapat bantuan cold storage,” kata Yudi.
Yudi menjelaskan, acara puncak Dies Natalis tersebut juga menjadi momentum awal pembangunan cold storage yang berlokasi di komplek kampus FPIK di Jatinangor tersebut.
Selain gudang penyimpanan, dibangun pula fasilitas kafetaria bertajuk “Cafe Ikan” yang rencananya akan memasarkan berbagai produk olahan ikan hasil hilirisasi riset dan UMKM binaan FPIK.
Sementara program prioritas kedua adalah penguatan internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara Unpad dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS).
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani langsung Rektor Unpad Profesor Rina Indiastuti dengan Deputy Vice Chancellor UMS Prof. Dr. Radid Mail di kampus FPIK, Jatinangor, Kamis (7/7/2022).
Selain Nota Kesepahaman, juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama oleh Dekan FPIK Unpad dengan Direktur Borneo Marine Research Institute UMS Profesor Madya Dr. Sitti Raehanah.
Yudi menjelaskan, kerja sama dilakukan untuk membuka program Gelar Ganda atau Double Degree pada program Magister Konservasi Laut dan Magister Ilmu Perikanan Unpad dengan Program Master Bioteknologi dan Ilmu Kelautan di UMS.
“Ini program Double Degree pertama di FPIK Unpad. Rencananya, Agustus tahun ini program sudah akan berjalan,” kata Yudi.
Melalui program ini, mahasiswa dapat memperoleh gelar ganda dari Unpad dan UMS.
Mahasiswa juga akan mengikuti perkuliahan selama satu semester di masing-masing perguruan tinggi. Selain itu, kerja sama juga akan berfokus pada aktivitas pertukaran keilmuan, pertukaran dosen dan guru besar, riset bersama, hingga penyelenggaraan kegiatan bersama.