Baca Juga : TNI Perbaiki Rumah yang Tertimpa Kursi Lontar Pesawat Tempur
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Iwan Syahril mengingatkan bahwa kurikulum pembelajaran bukan dokumen mati yang harus diajarkan kepada siswa sesuai dengan teksnya.
Kata dia, setiap kurikulum disusun untuk menciptakan dialog, interaksi, dan komunikasi antara guru dengan peserta didik, hingga orangtua. Ia pun mengatakan penyederhanaan kirikulum harus difokuskan kepada para siswa sebagai peserta didiknya
"Assessment itu bisa simpel kok. Materi sebelumnya bisa digunakan untuk test case," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)