JAKARTA - Banyak orang menilai bahwa meminum teh tidak sehat dan membuat lemah saat memasuki usia tua. Pernyataan itu ditegaskan oleh empat peneliti dari Universitas Nasional Singapura (NUS), Cambrige University dan Essex University.
Baca Juga: Dosen IPB Racik Yogurt Probiotik untuk Pencegah Sel Kanker
Dalam makalah tersebut dikatakan bahwa konsumsi teh secara teratur dapat mengurangi kerusakan mental di usia tua.
Hanya saja, Asisten Profesor di Sekolah Kedokteran NUS Dr Feng Lei, salah satu penulis makalah, Yong Loo Lin membantah pernyataan itu. Menurut penelitian mereka mengkonsumsi teh setiap hari dapat mengurangi resiko penurunan kognitif pada orang tua. Demikian dilansir dari Business Insider Singapore, Senin (16/9/2019).
Penelitian ini dibantu oleh 36 peserta yang berusia 60 tahun ke atas dengan tingkat pendidikan yang sama dan terdiri dari 25 orang yang sering meminum teh dan 21 orang yang jarang bahkan tidak pernah sama sekali meminum teh.
Baca Juga: Mahasiswa IPB Kenalkan Gaya Hidup Asik Tanpa Plastik
Mereka meminum 15 teh hijau, teh oolong atau teh hitam setidaknya empat kali dalam seminggu.
Dalam Analisis tes neuropsikologis dan pemindaian MRI mengungkapkan bahwa peminum teh reguler memiliki kondisi otak yang lebih baik dan memiliki penuaan otak yang lebih lambat dari pada yang bukan peminum teh.
Teh juga dinilai memberikan dampak memperlambat penuaan bagi peminum aktifnya. Manfaat anti penuaan dari teh berasal dari katechin, antioksidan alami yang meningkatkan memori otak dan fungsi penalaran.
Dengan banyaknya manfaat dari teh, menandakan bahwa meminum teh bisa menjadi pilihan gaya hidup sederhana yang memiliki manfaat bagi kesehatan otak.
(Rani Hardjanti)