"Tidak ada universitas yang baik tanpa adanya dosen yang baik, nah mutu dosen di Indonesia memang masih enjadi tantangan tetapi upaya upaya ke sana itu semakin jelas. Bagi contoh yang terakhir ini banyak dosen yang masih belum punya waktu untuk merenung, maka Kemenristek membuat program dosen merenung, mereka merenung untuk bagaimana melakukan sebuah lompatan," tuturnya.
Oleh karena itu, Kemenristek berharap seorang dosen tidak boleh statis dan tidak responsif tanpa suatu perubahan. Apalagi saat ini perkembangan teknologi termasuk revolusi industri 4.0 yang luar biasa dan internet of change dosen harus cepat melek, cepat respons dan cepat adaaptasi.
"Sedemikian rupa sehingga Indonesia bisa berkembang, tanpa itu kita akan ketinggalan zaman. Jadi, terutama kaum milenial saya yakin mereka sangat gandrung terhadap internet of change, tidak ada kehidupan tanpa intrnet of change," ujarnya.
(Rani Hardjanti)