JAKARTA – Virtual Reality dipuji sebagai alat revolusioner, hingga 60% dari institusi pendidikan tinggi AS diharapkan untuk menggunakan teknologi pada tahun 2021.
Dilansir dari Study International, Jakarta, Kamis (7/3/2019), Universitas Ilmu Kesehatan Barat memiliki tabel diseksi virtual di mana siswa dapat belajar tentang fungsi anatomi dengan menggerakkan lapisan jaringan virtual untuk melihat lebih dari 300 visualisasi anatomi.
Di Lehigh University, Pusat Inovasi dalam Pengajaran dan Pembelajaran mengajar siswa dan fakultas untuk menggunakan dua sistem HTC VIVE VR sehingga mereka dapat menggunakan teknologi yang muncul ini di ruang kelas mereka di masa depan.
Tetapi penelitian baru oleh Cornell University berfungsi sebagai peringatan bahwa kita tidak boleh melompat ke kereta musik terlalu cepat.
Studi Cornell adalah contoh khusus, mereproduksi pendekatan yang mapan untuk mengajarkan konsep dalam lingkungan baru, dan kita tidak boleh terlalu terkejut bahwa pembelajarannya tidak berbeda secara signifikan.
Dalam penelitiannya, Cornell mengambil sampel 172 mahasiswannya dan memberikan pemahaman kepada mereka tentang fase bulan.Hasil temuan menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan hasil belajar dari penggunaan VR.