JAKARTA – Pelajaran tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seharusnya bisa diterapkan di semua sekolah. Pasalnya, saat ini kita sudah hidup di zaman digital, di mana hampir semua orang dituntut untuk paham dalam penggunaan teknologi. Namun sayangnya, tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai dalam pembelajaran TIK.
Senior Advisor for Knowledge Management and Communication ACDP Indonesia, Totok Amin Soefijanto, menuturkan ada sejumlah sekolah yang belum komprehensif dalam penggunaan TIK di sekolah mereka.
“Bahkan penggunaan TIK di sekolah tidak komprehensif. Hanya dibuat sebuah aturan tapi tidak diberikan pelatihan sehingga sistem yang ada juga tidak ada dukungan,” ungkapnya di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Totok menjelaskan ada ratusan sekolah yang belum memiliki kesertaraan dalam fasilitas dalam TIK-nya. “Ada yang ironis dalam pendidikan kita ini. Melihat sekira 107 Sekolah Dasar (SD) dan 113 Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak setara,” ujarnya.
Dalam penggunaan TIK di sekolah ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan selain pada infrastrukturnya. Harus ada dukungan lainnya yang diberikan supaya pembelajaran TIK di sekolah bisa berjalan degan baik.