JAKARTA - Selama ini, jenis abon yang dikenal masyarakat luas adalah abon sapi. Namun, kali ini mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menciptakan inovasi baru, yakni abon dari kluwih.
Kluwih sendiri bukan buah yang asing bagi masyarakat. Buah ini mirip sukun atau nangka. Bijinya enak dinikmati dengan cara direbus, sedangkan daging buah kluwih muda enak dimasak sebagai sayur. Dengan kreativitas mahasiswa, kini kluwih dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat abon.
"Selama ini kluwih identik dimasak sebagai sayuran atau camilan, selain itu harganya pun murah. Maka kami mencoba mengangkat nilai jual kluwih dengan mengolahnya sebagai abon," tutur salah satu mahasiswa, Mia Muktiana, disitat dari laman UNY, Sabtu (12/6/2016).
Rasa abon kluwih yang dibuat Mia dan teman-temannya tak kalah dengan abon sapi. Abon kluwih ini juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.
"Nilai gizi kluwih per 100 gram mengandung kalori 111 kal, protein 1,5 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 27,2 gram, kalsium 28 miligram, zat besi 32 miligram, fosfor 0,9 miligram, vitamin A 20 Si, vitamin B 0,10 miligram dan vitamin C 19 miligram," papar mahasiswa lainnya, Nur Hikmah.
Cara membuat abon kluwih ini cukup sederhana. Kluwih hanya pelu direbus, kemudian disuwir-suwir dan dicampurkan pada bumbu yang sudah diracik.
"Kluwih yang telah disuwir tadi dicampurkan dengan bumbu dan santan lalu direbus sampai santan habis. Siapkan wajan yang telah diberi minyak goreng yang banyak, kemudian suwiran kluwih berbumbu tadi digoreng. Setelah matang suwiran kluwih dikeringkan dengan cara disangrai. Setelah itu abon kluwih siap disajikan atau dikemas," imbuh anggota tim lainnya, Lely Diana.
(Rifa Nadia Nurfuadah)