Memaknai Kebangkitan Nasional di Era Globalisasi

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Jum'at 20 Mei 2016 08:41 WIB
Diorama sekolah kedokteran STOVIA di Museum Kebangkitan Nasional. (Foto: Iradhatie W/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan lahirnya organisasi pemuda Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia dalam menguasahakan kemerdekaan. Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang bangsa tersebut, hingga saat ini momen 20 Mei rutin diperingati dengan upacara bendera oleh para pelajar maupun berbagai lembaga di Tanah Air.

Kepala Seksi Penyajian dan Layanan Edukasi Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Sujiman mengatakan, peran generasi muda Indonesia saat ini sebenarnya sama seperti pemuda-pemuda di zaman perjuangan kemerdekaan bangsa dulu. Menurut dia, pemuda adalah pendobrak yang menjadi tulang punggung suatu negara.

"Setiap perjuangan, baik dulu maupun sekarang itu oleh para pemuda. Semangat mereka yang menggebu itulah yang membuat cita-cita mereka terwujud," tuturnya ditemui Okezone sembari menjelaskan sejarah Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jakarta, baru-baru ini.

Pria yang juga menjadi guru sejarah di SMK Bina Darma DKI Jakarta itu menjelaskan, perubahan benar-benar tampak adalah kecanggihan teknologi. Hal tersebut membuat tantangan yang dihadapi pemuda sekarang dan dulu berbeda. Menurut dia, justru generasi muda sekarang lebih menanggung beban yang berat.

"Sekarang tantangannya lebih luas karena globalisasi. Sayangnya semangat pemuda sekarang tidak seperti zaman dulu, terutama dari segi integritas. Bayangkan, dengan fasilitas yang ada saat ini, para pelajar masih mencontek saat ulangan. Kalau dulu mungkin karena guru galak-galak sehingga siswa juga takut melakukan kesalahan," paparnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya