JAKARTA - Memperingati Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei bagi mahasiswa tidak lagi dilakukan dengan upacara bendera. Lebih dari itu, momen kebangkitan sebagai cikal bakal gerakan pemuda digunakan untuk membentuk pribadi yang berkarakter.
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Iftira berpendapat, bangkit bukan sekedar bangun, tetapi juga menumbuhkan inisiatif para pemuda. Sebab, salah satu tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah pemuda yang cenderung malas karena dimanjakan oleh teknologi.
"Dimulai dari diri sendiri dulu, perbaiki sifat-sifat yang negatif supaya menjadi pribadi yang berkarakter," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.
Setelah menjadi pribadi yang baik, baru dilanjutkan dengan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Cewek berkerudung itu mengungkapkan, mahasiswa adalah agen perubahan. Sehingga, sudah menjadi tugas bagi mereka untuk menjadi contoh bagi masyarakat.
"Misalnya berperan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal kebersihan, kesehatan, sampai rasa cinta Tanah Air," ucapnya.
Mahasiswi jurusan komunikasi dan pengembangan masyarakat itu juga mengaku, rasa nasionalisme mahasiswa rentan luntur lantaran di lingkungan kampus mereka disibukkan dengan kepentingan masing-masing.
"Sudah sibuk dengan tugas. Kemudian, di kelas tidak semua ada foto presiden atau pancasila. Pelajaran PKN juga minim. Oleh karena itu, sebagaimana yang dilakukan pemuda dulu, mahasiswa mengadakan forum-forum untuk membahas isu, bergabung dalam organisasi, hingga mencetak prestasi," tandasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik