Siswa Berkebutuhan Khusus Perlu Pahami Bahasa Verbal

Afriani Susanti , Jurnalis
Sabtu 30 April 2016 15:09 WIB
Guru memberikan penjelasan kepada siswanya menggunakan bahasa isyarat. (Foto: dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Siswa berkebutuhan khusus yaitu tunarungu, umumnya menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Meski begitu, mereka dianjurkan untuk bisa memahami bahasa verbal atau bahasa bibir.

Saran ini disampaikan penyanyi Indonesia, Dewi Yull, dalam sebuah diskusi di Kemdikbud, belum lama ini. Wanita yang memiliki dua anak tunarungu itu menyampaikan, para orangtua sebaiknya juga mengajarkan bahasa verbal atau bahasa bibir kepada anak mereka.

"Di Indonesia belum banyak orang yang berbicara bahasa isyarat. Karena itu, penting untuk membekali anak-anak kita belajar memahami bahasa verbal," tuturnya.

Dewi meyakini, semakin baik kemampuan bahasa verbal si anak tersebut, maka dia akan semakin mudah berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Prinsip inilah yang diajarkan Dewi kepada dua anaknya, Gisca dan Surya.

"Seperti Surya, juga saya ajarkan bahasa verbal. Tapi menurutnya bahasa isyarat itu lebih mudah daripada bahasa verbal. Sehingga dia ingin belajar bahasa isyarat. Saya bersyukur sejak awal anak-anak saya, saya ajarkan bahasa verbal terlebih dahulu," ucapnya.

Dewi berharap, pemerintah bisa meresmikan bahasa resmi Bisindo atau Bahasa Isyarat Indonesia. Dia juga merasakan manfaat sekolah inklusi dalam membantu anak tunarungu meraih pendidikan.

"Berbeda dengan 20 atau 30 tahun lalu yang sulit sekolah inklusinya bagi anak berkebutuhan khusus," tambahnya.

Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya