Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Anak Difabel Tak Sekolah

Antara , Jurnalis-Selasa, 03 November 2015 |18:06 WIB
Banyak Anak Difabel Tak Sekolah
Ilustrasi: siswa difabel mengikuti ujian nasional dengan dua pendamping. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

PADANG - Angka partisipasi kasar (APK) anak berkebutuhan khusus (ABK) atau difabel masih rendah. Artinya, masih banyak anak difabel di Indonesia tidak bersekolah.

Dirjen Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, APK siswa difabel baru 10-11 persen dari 1,6 juta ABK di Tanah Air.

"Tahun ini telah ditetapkan sebagai Tahun Wajib Belajar 12 Tahun dan berlaku bagi semua anak usia sekolah tidak terkecuali anak difabel. Namun, baru 164 ribu anak yang mendapat layanan pendidikan," kata Hamid dalam sambutan pada pembukaan Gebyar Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) 2015 berlangsung sejak 2 November hingga 6 November di Padang, Selasa (3/11/2015).

Hamid menegaskan, semua anak usia sekolah harus jadi bagian dari wajib belajar agar bisa dituntaskan selambatnya pada 2020. "Anak-anak Indonesia harus lulus SMA atau SMK. Target pemerintah sebanyak 97 persen angka partisipasi tercapai," imbuhnya.

Kegiatan Gebyar PKLK 2015 sendiri dimaksudkan sebagai sarana promosi layanan pendidikan khusus dan kebutuhan khusus. Hamid berharap, tidak ada ABK yang luput dari layanan pendidikan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement