Selama masa kampanye tas ransel tersebut, kata Pietruszewski, pihaknya sudah menggalang dana hampir USD10 ribu yang akan digunakan untuk menyelesaikan desain dan melakukan proses produksi pertama. "Sampai sekarang tas itu menelan biaya pembuatan sebesar USD115.
Ke depan, dia berharap bisa menurunkan lagi harga produksi tersebut, apalagi setelah menjalin kerjasama dengan Fraser, yakni sebuah penyedia layanan terkait autisme
"Dengan bantuan Anda, kami ingin supaya tas tersebut bisa digunakan oleh pelajar penderita autisme sebanyak mungkin dan dimanfaatkan dengan baik," tukasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)