JAKARTA - Anak penderita disabilitas tentu mempunyai segudang mimpi untuk meraih impiannya di masa depan. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, sejumlah sutradara perfilman berupaya mengabadikan kepiawaian anak-anak disabilitas meraih harapannya dalam sebuah film berjudul 'Jingga'.
Ketum Persatuan Artis Film Indonesia ( Pafindo) RM Bagiono memuji film tentang anak disabilitas berjudul 'Jingga' yang menggambarkan perjuangan anak difabel yang menderita cacat pada indra penglihatannya. Film ini dinilai menggugah masyarakat dan pemerintah untuk lebih memperhatikan anak-anak difabel.
"Tokoh anak cacat yang berjuang untuk hidupnya dan berjuang mengatasi problem eksitensi dari pribadi sebagai penyandang cacat tersebut," kata Bagiono belum lama ini.
Menurut pria yang akrab disapa Gion ini, disilibilitas atau penyandang cacat dilindungi oleh Undang-Undang No 4 Tahun 1977 tentang Penyandang Cacat. Film tersebut bisa menggambarkan suatu konsep agar masyarakat dan pemerintah lebih memperhatikan serta merespon untuk pemberdayaan khususnya di Kementerian Sosial terhadap kaum disilibitas di Indonesia.
Film Jingga yang disutradarai Lola Amaria ini, menghadirkan kisah seorang remaja yang mengalami musibah karena harus buta diusia muda.
Remaja yang hobi ngedrumb itu harus berjuang mengembalikan kepercayaan diri dan akhirnya bertemu rekan-rekan di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berhasil membantu menemukan kembali eksistensi dirinya. Di balik kisah itu, ada juga seorang ibu yang berjuang membantu buah cintanya tersebut menemukan kegembiraan.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))