Tiffany menceritakan, waktu SMA dirinya suka membaca roman. Mengingat roman sulit ditemukan di toko buku, dia memilih meminjam buku dari Perpustakaan Nasional. "Kalau buku yang dipinjam dari perpustakaan kebanyakan nonnovel. Soalnya kalau novel aku beli sendiri," imbuhnya.
Selama menjadi pencinta buku, Tiffany menyayangkan ulah para peminjam buku perpustakaan yang tak bisa menjaga buku dengan baik. Dia pun kerap merasa kesal jika buku yang dijual di toko buku banyak dibuka plastik pelindungnya oleh pengunjung.
"Waktu itu, sempat ke toko buku dan melihat ada empat buku dengan judul sama yang dibuka plastiknya. Menurut aku tindakan itu sama saja enggak menghargai penulisnya. Soalnya itu kan toko buku, bukan perpustakaan, jadi kalau mau dibuka untuk referensi ya cukup satu," tutupnya. (ira)
(Muhammad Saifullah )