CIREBON - Sedikitnya 1.000 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cirebon mencemaskan kelangsungan perkuliahan akibat penonaktifan kampus oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti).
Berdasar website forlap.dikti.go.id/perguruantinggi, STIKES Cirebon menjadi salah satu dari 243 perguruan tinggi se-Indonesia yang dinon-aktifkan. Selama sekira dua bulan, STIKES Cirebon yang berdiri sejak 2001 itu dinyatakan non-aktif.
Para mahasiswa rata-rata mencemaskan kelangsungan pendidikan mereka. Bukan hanya mahasiswa, para alumni STIKES Cirebon pun mengkhawatirkan keabsahan gelar mereka.
Ketua STIKES Cirebon Firman Ismana saat dikonfirmasi tak menampik perihal penonaktifan kampus yang berlokasi di Jalan Brigjen Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, ini. Namun dia meyakinkan, perkuliahan tetap berjalan hingga kini.