JAKARTA – Sebagian besar mahasiswa di Amerika Serikat menganggap dosen perempuan mereka lebih bossy dan menjengkelkan. Mereka juga menilai para dosen perempuan melalui penampilan fisik. Sementara itu, dosen laki-laki dianggap lebih brilian, keren dan berpengetahuan.
Fakta ini terungkap dalam riset daftar terbaru yang dibuat seorang pengajar sejarah di Northeastern University, Benjamin Schmidt. Daftar yang menggunakan data 14 juta ulasan mahasiswa di situs Rate My Profesor itu menunjukkan bias yang nyata dalam menilai dosen perempuan dan laki-laki.
"Daftar ini memperlihatkan bahwa orang cenderung berpikir laki-laki lebih memiliki profesionalitas ketimbang perempuan," kata Schmidt, seperti dilansir The New York Times, Jumat (13/2/2015).
Bias juga terlihat ketika dosen laki-laki lebih dipuji pada suatu hal, sementara dosen perempuan mendapatkan kritikan atas hal yang sama. Di sisi lain, dosen perempuan lebih sering dinilai dari penampilan sedangkan dosen laki-laki dinilai dari kemampuan dan kepintaran mereka. Kata jenius, ujar Schmidt, lebih sering disematkan kepada dosen laki-laki ketimbang dosen perempuan.