Komponen penyusun jammer cellphone tersebut terdiri dari perangkat keras berupa power supply dan perangkat lunak berupa "jammer" (pemancar). Perancangan perangkat lunak meliputi flowchat dari alat sistem penetralisir sinyal handphone
"Pemancar GSM (jammer) pada alat ini bekerja pada frekuensi 88--108 MHz dan memiliki jangkauan radius lebih dari satu kilometer," kata mahasiswa Jurusan Sistem Komputer semester tujuh itu.
Komponen utama lainnya adalah "real time clock" (RTC) yang berfungsi sebagai penghitung waktu. RTC merupakan jam di komputer yang berfungsi sebagai pemelihara waktu dengan mulai dari detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan dan tahun.
Pengaturan RTC diambil dari waktu awal salat hingga waktu akhir salat. Novitalia menjelaskan, jika waktu awal salat subuh pada 04.12 WIB dan waktu akhirnya pukul 04.50 WIB, maka secara otomatis alat ini bekerja menangkal sinyal antara rentang waktu 04.12--04.50 WIB.
Mahasiswi asal Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Lampung ini menghabiskan waktu dua bulan dalam pembuatan inovasi ini. Dia dibimbing oleh Dodi Yudo Setyawan. Meski baru dalam bentuk prototype, Novitalia mengaku "jammer cellphone" ini mulai dilirik sejumlah pengurus masjid.