JAKARTA — Upaya mencetak generasi baru petani membutuhkan dukungan pendidikan sekaligus pengalaman praktik di lapangan. Sebanyak 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) mendapatkan beasiswa dengan harapan penerima beasiswa tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga mampu melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.
Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan yang perlu segera diatasi. Pasalnya, mayoritas petani Indonesia saat ini berusia di atas 45 tahun, sementara minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian masih relatif rendah.
”Para petani kita saat ini mayoritas sudah berusia di atas 45 tahun. Sementara itu, tidak banyak anak muda yang mau menjadi petani. Bahkan, sekitar 80 persen petani kita tidak lulus SD,” kata Dewan Pembina yayasan JHL Foundation, Jerry Hermawan Lo dalam kegiatan penyerahan beasiswa di Pangkalpinang.
Menurut Jerry, persoalan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam membangun pertanian yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, peningkatan akses pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya regenerasi petani.
”Bagaimana mungkin pertanian Indonesia bisa maju kalau kualitas SDM-nya masih pas-pasan? Karena itu, regenerasi petani dan peningkatan pendidikan menjadi sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia ke depan,” ujarnya.