JAKARTA — MNC University turut berpartisipasi dalam AHEIC Global Publication Connect 2026, sebuah workshop publikasi internasional dan penandatanganan MoU/MoA yang diselenggarakan oleh ASEAN Higher Education International Consortium (AHEIC) di Universitas Kuningan, Jalan Cut Nyak Dhien No. 36A, Cijoho, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari mulai pukul 08.30 hingga 16.00 WIB ini dihadiri oleh 42 peserta perwakilan dari 20 perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
AHEIC Global Publication Connect 2026 merupakan kegiatan kolaborasi internasional kedua yang diinisiasi AHEIC, setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Kamboja. Rangkaian kegiatan mencakup penandatanganan MoU dan MoA serta pembahasan berbagai peluang kerja sama internasional, meliputi penelitian dan publikasi bersama, beasiswa, program research fellow, mobilitas mahasiswa, dual degree, seminar internasional, dan pendanaan publikasi.
Selain sesi penandatanganan, peserta juga mengikuti workshop bertajuk Understanding Scopus-Ready Article Positioning dan Strategies for Publishing in Scopus-Indexed Journals yang berfokus pada strategi menyiapkan artikel sesuai standar jurnal terindeks Scopus, memilih jurnal yang tepat, memperoleh pendanaan penelitian dan publikasi, serta menghindari desk rejection. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 perguruan tinggi, di antaranya Universitas Kuningan, Politeknik Siber Cerdika Internasional, MNC University, Institut Citra Buana Indonesia, Universitas Muhadi Setiabudi, Universitas Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung, dan INTI International University Malaysia.
Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyampaikan harapannya agar forum ini memberikan dampak nyata bagi seluruh institusi peserta. "Kami berharap AHEIC Global Publication Connect 2026 dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan kerja sama internasional. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi setiap institusi," ungkap Dr. Anna.
Deputy AHEIC, Dr. Abdurokhim, S.E., M.M., turut menegaskan bahwa penandatanganan MoU bukanlah akhir dari proses kerja sama. "Penandatanganan MoU hari ini merupakan gerbang awal, bukan tujuan akhir. Kerja sama ini jangan hanya berhenti di ruangan ini, tetapi harus dilanjutkan melalui penelitian bersama, publikasi kolaboratif, pertukaran mahasiswa, seminar internasional, dan program akademik lainnya bersama INTI International University," tegasnya.