Dendi menjelaskan, konsorsium yang dideklarasikan hari ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi perguruan tinggi ASEAN. Baik dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen.
Ia juga mengingatkan agar kerja sama antarkampus tidak berhenti pada seremoni penandatanganan nota kesepahaman atau MoU semata. Ia berharap berharap konsorsium tersebut mampu menciptakan pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, program gelar ganda (double degree), dan lainnya.
“Sering kali kita berkumpul hanya untuk menandatangani MoU. Setelah itu kembali ke kampus masing-masing dan lupa dengan kerja sama yang pernah dibuat,” ujarnya.
Ia berharap pertemuan ini juga menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif. Harapannya dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, institusi pendidikan, serta masyarakat ASEAN secara luas.
(Agustina Wulandari )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik