
Bahkan Ashanty menceritakan bahwa sempat kehilangan fokus saat ujian. Hal itu karena suasana menegangkan dengan adanya musik pengiring dan menghadapi para guru besar.
Namun, ia mengaku bisa melewati situasi menegangkan tersebut dengan terus membaca doa dan zikir.
“Aku baca doa, zikir terus. Begitu mulai banyak yang lain-lain nanya, aku udah merasa menguasai panggung,” lanjutnya.
Ashanty juga menjelaskan bahwa dukungan keluarga dan orang-orang terdekat lah yang membuatnya bertahan, meski sempat ingin mundur dari program doktoral. Hal itu karena ia merasa tak mampu dengan berbagai tekanan yang ada.
"Kalau tidak ada support system yang benar, nggak bakalan selesai,” ujarnya.
Kini setelah lulus S3, Ashanty pun mengaku sudah diminta untuk mengajar di beberapa kampus di Solo dan Jakarta. Namun karena merasa belum percaya diri, ia memilih mengajar mahasiswa semester awal terlebih dahulu.
“Insya Allah habis wisuda Juni, Juli aku udah disuruh ngajar di Solo terus di Jakarta. Tapi aku bilang ngajarnya anak semester satu dulu ya,” tuturnya.
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik