Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa UPH Buat Metode Deteksi Dini Penyakit Infeksi Berbasis Demam, Raih Juara di Pilmapres LLDIKTI

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Jum'at, 01 Mei 2026 |19:12 WIB
Mahasiswa UPH Buat Metode Deteksi Dini Penyakit Infeksi Berbasis Demam, Raih Juara di Pilmapres LLDIKTI
Tiffney Tyara
A
A
A

JAKARTA - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH). Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter UPH angkatan 2023, berhasil meraih Juara Terbaik 1 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Wilayah LLDIKTI III Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 29–30 April 2026 di Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina. 

Atas pencapaian tersebut, Tiffney resmi mewakili UPH dan LLDIKTI Wilayah III sebagai delegasi untuk mengikuti PILMAPRES 2026 Tingkat Nasional.

Kompetisi PILMAPRES merupakan ajang bergengsi yang mengukur kualitas mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan komunikasi global. Pada tahap final PILMAPRES Tingkat Wilayah LLDIKTI III Tahun 2026, terdapat 15 finalis yang mewakili 15 universitas di wilayah LLDIKTI III. Dalam proses seleksi, para peserta diuji melalui tiga aspek utama, yaitu gagasan kreatif, capaian unggulan, serta kemampuan berbahasa Inggris.

Keberhasilan Tiffney menjadi Juara Terbaik 1 lahir dari persiapan yang matang serta gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui ide kreatif yang diusungnya, Tiffney menghadirkan solusi berbasis teknologi kesehatan untuk mendukung deteksi dini penyakit infeksi berbasis demam di tingkat komunitas.

“Puji Tuhan tentu sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan dan pencapaian ini. Persiapannya cukup panjang karena harus mempersiapkan gagasan kreatif, melatih kemampuan presentasi, serta memperdalam materi untuk sesi wawancara dan Bahasa Inggris. Saya juga banyak belajar untuk menyampaikan ide dengan lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Tiffney.

Ia mengaku proses persiapan menuju PILMAPRES tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membentuk ketekunan, kedisiplinan, dan kemampuan berpikir kritis dalam melihat persoalan yang terjadi di sekitar masyarakat.

Pengembangan Smart Febrile Patch untuk Skrining Dini Penyakit Infeksi

Dalam ajang PILMAPRES 2026, Tiffney mengangkat gagasan kreatif berjudul “Pengembangan Smart Febrile Patch Berbasis Multi-Biomarker (Suhu, pH, Laktat) Sebagai Sistem Skrining Dini Keparahan Penyakit Infeksi Berbasis Demam di Kabupaten Tangerang.”

Tiffney menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya kasus demam yang sering kali tidak ditangani secara tepat karena minimnya parameter objektif untuk menilai tingkat keparahan kondisi pasien secara mandiri.

“Demam sering menjadi gejala awal infeksi, tetapi masyarakat belum memiliki parameter objektif untuk menentukan apakah kondisinya masih aman atau sudah memasuki fase kritis. Akibatnya, banyak terjadi keterlambatan penanganan medis dan penggunaan antibiotik secara tidak rasional melalui swamedikasi,” jelas Tiffney.

Ia juga menyoroti kondisi di Kabupaten Tangerang yang menjadi latar belakang pengembangan inovasi tersebut. Pada Juni 2025, tercatat 56% kasus penyakit infeksi berstatus suspek dengan penyebaran kasus di wilayah Tigaraksa dan Sodong.

Sebagai solusi, Tiffney mengembangkan konsep Smart Febrile Patch, yaitu sensor wearable non-invasif berbasis keringat yang mampu memantau biomarker fisiologis secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat melakukan skrining awal terhadap tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam.

“Patch ini mengukur tiga biomarker utama, yaitu suhu tubuh, pH keringat, dan kadar laktat. Ketiganya dapat menjadi indikator penting untuk melihat respons inflamasi, stabilitas fisiologis tubuh, hingga tanda awal kondisi kritis seperti hipoperfusi jaringan,” ungkapnya.

Melalui inovasi tersebut, Tiffney berharap masyarakat dapat memperoleh data objektif untuk mendukung pengambilan keputusan medis secara lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, risiko syok akibat keterlambatan penanganan dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi angka resistensi antibiotik akibat penggunaan obat yang tidak rasional.

Selain mempresentasikan gagasan kreatif, Tiffney juga menjalani penilaian pada aspek capaian unggulan dan kemampuan Bahasa Inggris. Dalam tahap capaian unggulan, ia memaparkan berbagai prestasi dan pengalaman yang telah diraihnya sesuai dengan kriteria penilaian, yang kemudian diverifikasi kembali melalui sesi presentasi dan wawancara oleh dewan juri. 

Sementara pada aspek Bahasa Inggris, Tiffney terlebih dahulu mengikuti tahap penyisihan melalui pembuatan video berbahasa Inggris yang membahas Sustainable Development Goals (SDGs) poin 15 mengenai perlindungan ekosistem daratan dan keberlanjutan lingkungan hidup. Kemudian pada tahap final PILMAPRES, ia kembali mempresentasikan gagasan kreatifnya dalam Bahasa Inggris dengan mengangkat fokus pada SDGs poin 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.

Persiapan Menuju PILMAPRES Tingkat Nasional

Setelah dinyatakan lolos ke tingkat nasional, Tiffney mengaku akan terus mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya. Selain memperkuat materi presentasi dan kemampuan akademik, ia juga berencana menambah capaian unggulan yang dapat mendukung penilaiannya di tingkat nasional.

“Untuk proses seleksi nasional, tentu banyak doa dan banyak belajar lagi. Kalau bisa nanti capaian unggulan juga ditambah, kemungkinan mau mencoba beberapa kompetisi internasional untuk menambah pengalaman dan poin penilaian,” ujar Tiffney.

Menanggapi pencapaian tersebut, pimpinan UPH turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh Tiffney. Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate Vice President Student Development, Alumni and Corporate Relations UPH, menyampaikan,

“Puji Tuhan, kami mengucap syukur dan bangga atas prestasi luar biasa yang diraih Tiffney. Keberhasilan dalam ajang PILMAPRES Tingkat Wilayah LLDIKTI 3 ini mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter yang konsisten dilakukan di UPH. Kami senantiasa berkomitmen dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang holistik, mendampingi para mahasiswa untuk melampaui batas kemampuan akademik maupun non-akademik mereka. Melalui pembinaan yang terarah, kami ingin memastikan bahwa setiap talenta siap bertransformasi menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, berdampak nyata bagi masyarakat, dan pada akhirnya, membawa kemuliaan bagi nama Tuhan,” ungkap Andry. 

Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi UPH dalam mencetak pemimpin masa depan yang unggul, berintegritas, dan inovatif. Melalui semangat melayani kepada sesama, mahasiswa dipersiapkan untuk memberikan kontribusi bermakna bagi masyarakat luas.
Selamat kepada Tiffney Tyara Setyoko atas prestasi membanggakan ini. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati setiap langkah persiapan menuju ajang PILMAPRES 2026 Tingkat Nasional dalam meraih hasil yang terbaik.
 

(Khafid Mardiyansyah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement