DEPOK - Penanggung jawab lokasi di Universitas Indonesia (UI), Rina Rahmawati, menjelaskan transparansi dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026. Ia memahami kekhawatiran publik soal adanya potensi "mahasiswa titipan" dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) hari pertama ini.
Rina mengatakan bahwa proses pengolahan nilai dilakukan secara sistematis dan berjenjang hingga ke tingkat pusat. Hal ini dilakukan demi menutup celah manipulasi nilai di tingkat lokasi ujian.
"Untuk transparansi hasil ujian ini akan masuk ke dalam server UI, lalu dari server UI akan dikirim ke server nasional," kata Rina saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Rina menekankan bahwa kewenangan penentuan kelulusan bukan berada di tangan pelaksana di lokasi, melainkan pada tim pusat dan kementerian terkait.
"Nanti untuk hasilnya juga memang nanti tim pusat UTBK dengan tim Dikti yang akan langsung mereka yang akan menentukan seperti itu," jelasnya.
Menurutnya, UI hanya berfungsi sebagai fasilitator tempat pelaksanaan ujian sesuai dengan standar yang ditetapkan secara nasional. Rina juga menegaskan segala keputusan final ada pada otoritas pusat.
"Kalau kami hanya sebagai tempat pelaksana ujian saja, tapi keputusan tetap dikelola oleh pusat UTBK UI dan juga oleh pihak Dikti," tambah Rina.
Terkait pelaksanaan di hari pertama, Rina memastikan proses berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Alhamdulillah, persiapan dari tadi pagi sesi 1 berjalan dengan baik. Sebelum kita mulai kegiatan ujian, kami ada briefing terlebih dahulu dengan peserta," tutupnya.
Sebagai informasi, pihak panitia mencatat total peserta UTBK UI sebanyak 54.871 orang. Mereka tersebar di seluruh kampus UI, yakni di Depok, UI Salemba, PNJ, dan Polimedia. UTBK SNBT 2026 juga diikuti oleh kalangan difabel, yakni sebanyak 51 peserta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik