Sebelum masuk ke dunia F1, Stephanus Widjanarko mengasah keahlian teknisnya di Vestas Wind Systems, Denmark. Di perusahaan tersebut, ia terlibat dalam desain bilah turbin angin serta riset aerodinamika tingkat lanjut.
Ia juga melakukan riset di National Aerospace Laboratory (NLR) Belanda, dengan fokus pada applied Computational Fluid Dynamics (CFD) dan prinsip aerodinamika kompleks. Bahkan, demi memperkaya pengalaman praktis, Stephanus sempat menjalani magang sebagai drilling engineer di industri minyak dan gas.
Pengalaman lintas sektor ini menunjukkan karakter Stephanus sebagai insinyur yang adaptif, disiplin, dan siap bekerja keras sebelum melangkah ke kompetisi tertinggi.
Karier Stephanus Widjanarko di Formula 1 dimulai pada 2013. Selama lebih dari 12 tahun (2013–2025), ia berkiprah bersama Scuderia Toro Rosso, yang kemudian berevolusi menjadi AlphaTauri, di Italia.
Di tim tersebut, Stephanus berperan sebagai spesialis aerodinamika bagian depan mobil F1. Tanggung jawabnya mencakup desain front wing dan hidung mobil, komponen vital yang memengaruhi aliran udara dan performa keseluruhan mobil.