JAKARTA - Ini Pendidikan Kak Seto yang Heboh dikaitkan dengan Kasus Child Grooming Aurelie Moremans. Nama Nama Kak Seto yang dikenal sebagai sosok ramah anak kini dikaitkan dengan polemik buku Broken Strings yang menceritakan kisah kelam Aurelie Moeremans.
Warganet menguliti satu per satu sosok yang ada dalam buku yang diterbitkan Aurelie. Salah satu yang menjadi sorotan netizen adalah peran Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kala itu yang dinilai tidak bertindak atas kasus yang dialami Aurelie.
Setelah ditelusuri, ibunda Aurelie disebut telah sempat melaporkan kejadian tersebut ke Komnas Perlindungan Anak yang saat itu dipimpin oleh Kak Seto. Namun, pihak keluarga mengaku tidak ada tindakan yang dilakukan, bahkan tidak mendapat respons positif sekali pun.
Laporan tersebut disebut diabaikan oleh Kak Seto hingga akhirnya orang tua Aurelie mengumumkan kasus tersebut kepada awak media. Ramainya kasus ini membuat penasaran dengan sosok Kak Seto termasuk latar belakang pendidikannya.
Kak Seto bersekolah di SD Ngepos, Klaten dan lulus pada 1963. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Pangudi Luhur 1 Klaten dan lulus pada 1966 serta SMA St Louis, Surabaya dan lulus tahun 1969.
Ada kisah menarik dari Kak Seto saat hendak kuliah S1. Usai lulus dari SMA, Kak Seto ternyata sempat gagal diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan juga Universitas Indonesia (UI). Karena kecewa, Kak Seto memutuskan untuk merantau ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apa pun.
Kak Seto kerja serabutan di Jakarta sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya. Dia kembali gagal masuk Fakultas Kedokteran. Atas saran Pak Kasur (Soerjono) yang dia kenal saat menjadi asisten pemilik Taman Kanak-Kanak, Kak Seto memutuskan pindah haluan dan mendaftar ke Fakultas Psikologi UI.
Kak Seto berhasil diterima dan menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Psikologi UI pada 1981. Kak Seto melanjutkan pendidikannya ke Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana UI pada 1989, juga meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana UI pada 1993.
Kak Seto memiliki nama lengkap Seto Mulyadi. Dia lahir di Klaten, Jawa Tengah (Jateng) pada 28 Agustus 1951. Kak Seto juga dikenal dengan sapaan Sang Mentor. Nama ayahnya yakni Mulyadi Effendy dan ibunya Mariati.
Kak Seto ternyata memiliki saudara kembar bernama Kresno Mulyadi atau akrab disapa Kak Kresno yang juga seorang psikiater anak. Kak Seto juga memiliki seorang kakak bernama Maruf Mulyadi.
Kak Seto menikah dengan Deviana dan dari pernikahan ini mereka dikaruniai 4 anak. Mereka bernama Minuk Eka Putri Duta Sari, Bimo Dwi Putra Utama, Shelomita Kartika Putri Maharani, dan Nindya Putri Catur Permatasari.
Hal menarik lainnya dari Kak Seto yakni semangat mudanya. Meski berusia 71 tahun dan mengidap acrophobia atau fobia terhadap ketinggian, Kak Seto justru memilih olahraga ekstrem seperti parkour. Bahkan hobi barunya yakni climbing.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)