Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Mahasiswi Unima Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Dosen Hingga Bunuh Diri

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 03 Januari 2026 |07:27 WIB
Viral Mahasiswi Unima Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Dosen Hingga Bunuh Diri
Viral Mahasiswi Unima Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Dosen Hingga Bunuh Diri (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Mahasiswi tersebut, Evia Maria Mangolo, diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan psikologis berat akibat pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum dosen.

Evia Maria Mangolo merupakan mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unima. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kamar kosnya di kawasan Kaaten, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada 30 Desember 2025.

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah beredar sebuah surat pengaduan tulisan tangan yang diduga dibuat oleh Evia sebelum meninggal dunia. Surat tersebut ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima dan berisi laporan dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen berinisial DM.

Dalam surat tertanggal 16 Desember 2025, Evia mengungkapkan kronologi kejadian yang membuatnya merasa tidak aman dan tertekan secara mental. Ia menyebut adanya tindakan tidak pantas yang dilakukan terduga pelaku, termasuk permintaan untuk melakukan pijat pada Jumat, 12 Desember 2025.

Evia juga menuliskan bahwa peristiwa tersebut berdampak besar pada kondisi psikologisnya. Rasa takut, cemas, dan tekanan mental yang dialaminya disebut semakin berat setelah kejadian itu.

“Akibat kejadian tersebut, saya mengalami trauma, ketakutan, tekanan mental, dan ketidaknyamanan yang serius dalam menjalani aktivitas akademik. Saya merasa terancam dan tidak aman. Melalui surat ini, saya memohon agar pihak fakultas dan universitas dapat menindaklanjuti laporan ini secara serius serta memberikan sanksi tegas kepada terlapor sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis Evia dalam suratnya dikutip Sabtu (3/1/2026).

Surat tersebut ditutup dengan identitas lengkap almarhumah, Maria Antoineta Evia Mangolo, NIM 22105136. Kasus Evia Maria Mangolo semakin ramai diperbincangkan setelah unggahan akun Instagram @soalunsrat yang menyuarakan keadilan bagi almarhumah.

“Evia Harusnya aman, Kampus harusnya Melindungi! Dia telah memperjuangkan Keadilan sampai titik Nadir Trakhir, ia telah melawan dengan nyata! Selamat Jalan Evia Maria Mangolo,” tulis akun tersebut.

Jenazah Evia Maria Mangolo telah disemayamkan di rumah kerabat keluarga di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga oleh para pelayat yang berdatangan memberikan penghormatan terakhir.

Almarhumah dikenal sebagai pribadi pendiam, tekun, dan memiliki cita-cita besar untuk segera menyelesaikan studi dan mengabdi sebagai pendidik. Rencana pemulangan jenazah ke kampung halaman di Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, sempat ditunda karena pihak keluarga menyetujui dilakukan otopsi guna kepentingan penyelidikan.

Sementara itu, Rektor Unima menyatakan komitmen mengawal kasus ini hingga tuntas. Terhadap oknum dosen terduga pelaku kini sudah dinonaktifkan untuk kepentingan penyelidikan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement