Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Refleksi Mahasiswa Indonesia soal Gempa di Turki dan Indonesia

Taufik Fajar , Jurnalis-Senin, 05 Mei 2025 |14:26 WIB
Refleksi Mahasiswa Indonesia soal Gempa di Turki dan Indonesia
Mahasiwa Indonesia Kuliah di Turki (Foto: Okezone)
A
A
A

1. Perbedaan Geologi: Sesar Anatolia vs Sesar Sunda

Gempa di Turki, khususnya di wilayah Istanbul, sering kali berhubungan dengan aktivitas Sesar Anatolia Utara yaitu memanjang dari timur ke barat dan melewati wilayah padat penduduk. Episentrum gempa Istanbul kali ini berada di bawah Laut Marmara, hanya sekitar 40 km dari kota.

Sementara itu, Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Maka tidak heran, gempa-gempa di Indonesia umumnya berhubungan dengan subduksi, yaitu pergerakan satu lempeng yang menyusup ke bawah lempeng lain. 

Ini menjelaskan kenapa di Indonesia, gempa besar sering disertai dengan ancaman tsunami, seperti yang terjadi di Aceh 2004 atau Palu 2018.

Dari sini, saya menyadari bahwa jenis sesar atau lempeng sangat memengaruhi pola dan dampak gempa. Hal ini penting diketahui oleh masyarakat umum, bukan hanya oleh ahli.

Penanganan dan Respon Masyarakat di Turki, begitu gempa terjadi, tanggap darurat langsung terlihat.

Pemerintah menutup sekolah-sekolah selama dua hari di Istanbul dan Tekirdağ. Taman-taman kota serta masjid besar dibuka sebagai tempat penampungan sementara.

Lebih dari 3.500 personel, termasuk tim pencarian dan penyelamatan dengan anjing pelacak, dikerahkan. 

Ini menunjukkan sistem respons cepat yang sudah tertata dengan sangat rapi.

Di Indonesia, saya rasa kemampuan masyarakat untuk tanggap bencana juga sangat tinggi, apalagi karena frekuensi gempa yang sering terjadi. 

Namun, saya juga melihat masih ada tantangan dari sisi kesiapan bangunan, sistem informasi bencana yang kadang belum merata, serta pendekatan edukasi yang belum menyeluruh ke semua kalangan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement