JAKARTA - Tingkat kelahiran yang terus menurun di Korea Selatan berdampak ke segala aspek, termasuk pendidikan. Provinsi Gyeongsangbuk-do sampai harus ‘mengimpor’ siswa dari empat negara termasuk Indonesia untuk mengisi bangku-bangku sekolah menengah yang kosong. Empat siswa dari Parepare, Sulawesi Selatan, kini tengah belajar di sana.
Sejak Februari silam, hidup Nuno Gomes, berubah drastis. Siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Parepare, Sulawesi Selatan, itu tiba-tiba harus merantau sejauh 5.000 kilometer lebih untuk melanjutkan sekolah di Korea Selatan.
Nuno mendapat beasiswa dari Dinas Pendidikan Gyeongsangbuk-do untuk bersekolah di Sekolah Menengah Meister Maritim Korea di Kota Pohang, yang jaraknya empat jam berkendara dari ibu kota Korea Selatan, Seoul.
“Bedanya, kalau di Indonesia saya jarang banget sarapan pagi. Di sini setiap hari sarapan pagi,” katanya saat menceritakan perbedaan hidupnya sejak pindah ke Korsel dikutip BBC Indonesia, Sabtu (13/4/2024).
“Saya jadi lebih disiplin. Soalnya jam 07.00 pagi harus ada semua di lapangan buat absen asrama,” katanya.