JAKARTA - Stunting merupakan persoalan serius untuk mendukung perkembangan generasi muda. Balita tubuh kerdil atau pendek dapat memengaruhi fungsi kognitif dan daya pikir. Perlu ada generasi muda yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengentasan stunting. Karena itu, sejumlah pelajar SMA terpilih menjadi duta stunting.
Di Bondowoso, Jawa Timur, para pelajar SMA menjadi duta kependudukan dan stunting. Mereka diberikan tugas sebagai fasilitator dan juga tempat curhat teman sebaya mereka di sekolah.
BACA JUGA:
Mereka adalah Aliyah Ramadhani dan Yunita Selfiana. Dari dalam kelas hingga menuju pojok kependudukan kedua remaja ini terlihat akrab satu sama lain. Kegiatan ini merupakan program sekolah siaga kependudukan atau SSK.
Masing - masing sekolah terdiri dari dua orang siswa yang menjadi duta kependudukan sebagai teman curhat siswa lainnya. Hal itu sebagai langkah hulu atau preventif mencegah pernikahan dini atau pernikahan siri agar tidak melahirkan bayi stunting.
BACA JUGA:
Aliyah, pelajar SMA 1 Tapen ini menjadi duta kependudukan sejak satu tahun terakhir. Mereka menjadi duta kependudukan.
Aliyah mendapatkan tugas sosial yaitu membantu sekolah dan pemerintah tentang masalah kependudukan. Selain sebagai tempat curhat temannya saat bercerita, Aliyah juga memberikan edukasi tentang bahaya pernikahan dini, stunting dan juga narkotika.