Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dilirik Perusahaan, Lulusan SMK Siap Kerja dan Cakap Digital

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Minggu, 15 Oktober 2023 |18:30 WIB
Dilirik Perusahaan, Lulusan SMK Siap Kerja dan Cakap Digital
Lulusan SMK saat ini harus inovatif dan cakap digital (Foto: Kemendikbudristek)
A
A
A

JAKARTA - Lulusan SMK atau vokasi menjadi incaran perusahaan. Mereka diyakini siap kerja dan inovatif serta lebih terampil.

Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kiki Yuliati mengatakan lulusan vokasi dilirik perusahaan asing untuk magang. Bahkan magang juga dilakukan di luar negeri.

"Saat ini lulusan SMK dan vokasi justru sudah diijon. Perusahaan asing minta ke saya untuk siapkan anak-anak SMK dan vokasi untuk magang di luar negeri. Karena mereka siap kerja di industri," ujarnya kepada wartawan, dikutip Minggu (15/10/2023). 

Dalam Bimtek Digitalisasi Guru SMK se-Kota Payakumbuh Tahap II yang diikuti 100 guru SMK se-Kota Payakumbuh. Kordinator kurikulum bidang pembinaan SMK Anita mengatakan setiap sekolah akan mempresentasikan inovasi yang akan ditampilkan di SMK Expo. 

Agenda yang lain adalah studi banding. Kegiatan ini ditujukan untuk melihat SMK di Pulau Jawa, agar SMK kita bisa mendapat bandingan mengenai perkembangan SMK yang ada.

“Studi ini penting agar SMK kita tidak seperti katak dalam gelas kaca. Ini bisa juga untuk merancang produk inovatif yang akan dihasilkan,” kata Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Pendidikan, pariwasata, dan budaya, adalah tiga bagian penting dalam agenda wujudkan Kota Payakumbuh yang maju, berkepribadian, terbuka akan hal-hal baru, tanpa kehilangan identitas budaya. Ketiga sektor itu kini tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar.

Lulusan SMK siap berkompetisi (Foto: Istimewa)

Sejak November 2022 lalu Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi untuk guru SMK se-Payakumbuh, yang didanai oleh pokir Ketua DPRD Sumbar, Supardi. Rangkaian bimtek dengan tema besar Creative Learning in Digital Age ini, telah diikuti oleh ratusan guru SMK se-Kota Payakumbuh.

Secara khusus, Bimtek tersebut diselengggarakan demi menciptakan tenaga pendidik di SMK-SMK yang cakap digital dan memahami dunia digital itu sendiri. Dengan pembelajaran berbasis digital, siswa maupun tamatan SMK bisa menjadi enterpreneur yang handal digital, inovatif, dan mandiri.

Sumber daya manusia melek digital seperti itulah yang akan menjadi bagian penting pembangunan pariwisata berbasis budaya. Para siswa tamatan SMK bisa mengisi pos-pos dalam ekosistem pariwisata seperti pemasaran digital, aplikasi pemandu wisatawan, hingga produksi konten-konten media sosial untuk kepentingan promosi pariwisata, tepatnya pariwisata budaya.

Karena, seperti sering disinggung Ketua DPRD Sumbar Suparadi di berbagai kesempatan, Payakumbuh harus hadirkan konsep wisata budaya, karena ‘keunikan’ dan ‘kekhasan’ budaya Payakumbuh tidak akan ditemui di kawasan-kawasan wisata lain.

“Kalau soal pemandangan alam, hampir semua kawasan wisata punya pemandangan alam yang sama indahnya dengan pemandangan di Harau” jelas Supardi saat berdiskusi dalam Bimtek Digitalisasi Guru SMK se-Kota Payakumbuh berlangsung dari 11-14 Oktober 2023 lalu di Bukittinggi.

“Apa yang membedakan kita, yang menjadi daya tarik wisata kita, adalah budaya kita sendiri, yang belum tentu ditemukan di tempat lain,” katanya.

“Saya bersama pemerintah, punya mimpi menjadikan Payakumbuh wisata berbasis budaya, sekaligus kota digital,” ucapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement