JAKARTA - Masalah polusi udara di Jabodetabek belum usai. Bahkan, status kualitas udara di Jakarta dinyatakan tidak sehat berdasarkan data Air Quality Index (AQI).
Pemerintah masih belum menemukan solusi jitu mengatasi polusi Jakarta, yang tidak hanya sekadar Work From Home (WFH) atau mematikan pembangkit listrik berbasis batu bara.
BACA JUGA:
Kualitas udara saat ini juga diperparah dengan musim kemarau yang belum berakhir. Bahkan di berbagai daerah juga terjadi kebakaran hutan yang mengganggu udara dan sistem pernapasan.
Situasi ini memerlukan peran akademisi, salah satunya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Dekan FKUI yang juga Ahli Spesialis Penyakit Dalam Prof Ari Fahrial Syam mengatakan bicara polusi udara di DKI Jakarta, kondisi ini saat ini cenderung lebih baik karena sesekali sudah mulai turun hujan. Akan tetapi secara keseluruhan, status polusi di DKI Jakarta masih tidak sehat.
“Ya, tentu bicara soal polusi udara, memang beberapa hari terakhir ada hujan membuat udara Jakarta lebih baik ya. Akan tetapi faktor pembentuk polusi tetap terus ada di Jakarta. Artinya kalau ada hujan, polusi bisa diredam,” katanya dalam Special Dialogue Okezone.
Berikut ini Kumpulan Link Berita dan Video Special Dialogue Okezone dengan Dekan FKUI:
Special Dialogue Okezone: Ahli UI Beri Saran Jenis Masker Ampuh Cegah Polusi
Special Dialogue Okezone: WFH Cegah Polusi Udara Harus Konsisten
Daftar Penelitian Akademisi terkait Polusi Udara, Ibu Hamil Terdampak
Waspada! Punya Alergi Bakal Lebih Parah jika Terpapar Polusi Udara
Ahli UI Sebut Penyakit Pencernaan Bisa Muncul akibat Polusi Udara
Sulitnya Melihat Langit Biru akibat Polusi Jakarta, Begini Kata Dekan FKUI
SPECIAL DIALOGUE: Solusi Hadapi Polusi Udara di Jabodetabek [PART 1]
SPECIAL DIALOGUE: Solusi Hadapi Polusi Udara di Jabodetabek [PART 2]
(Dani Jumadil Akhir)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik