"Penelitian kami menemukan bahwa otak dapat menunjukkan tanda-tanda pemulihan listrik lama setelah CPR berlangsung," kata Dr Sam Parnia, profesor madya di Departemen Kedokteran di Universitas New York dikutip dari Metro, Senin (18/9/2023).
BACA JUGA:
"Temuan ini juga dapat memandu perancangan cara-cara baru untuk menghidupkan kembali jantung atau mencegah cedera otak dan mempunyai implikasi terhadap transplantasi," katanya.
Penelitian tersebut, bekerja sama dengan 25 rumah sakit yang sebagian besar berada di AS dan Inggris. Mereka menganalisis 567 pasien, 9,3% di antaranya selamat.
(Marieska Harya Virdhani)