Dia mencontohkan, manfaat yang paling konkret dari kurikulum merdeka adalah ketika anak menyukai IPA namun tidak suka kalkulus, maka si anak tidak perlu mengambil mata pelajaran kalkulus. Dan misalnya seorang anak menyukai jurusan IPA tetapi tidak suka mata pelajaran biologi, maka anak tersebut tidak perlu mengambil mata pelajaran biologi. Semuanya terserah anak, disesuaikan pada minat dan kemampuan anak.
BACA JUGA:
“Saya sendiri akan sangat kecewa sebagai orangtua jika anak saya dipaksa lagi, dijuruskan lagi ke IPA, bahasa, dan IPS. Saya tidak mengatakan, kurikulum merdeka tak perlu diubah. Sesuatu yang fleksibel justru bisa diubah, yang kaku susah tapi kerangkanya tetap,” katanya.
(Marieska Harya Virdhani)