Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelajar Indonesia Kurang Gerak, Sekolah Sehat Wajibkan Anak Olahraga

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Sabtu, 02 September 2023 |10:40 WIB
Pelajar Indonesia Kurang Gerak, Sekolah Sehat Wajibkan Anak Olahraga
Kampanye sekolah sehat dorong anak berolahraga rutin (Foto: Kemendikbudristek)
A
A
A

JAKARTA - Siswa membutuhkan tubuh yang sehat agar tetap aktif beraktivitas dan belajar di sekolah. Sebagai bagian dari rangkaian Semarak Kampanye Sekolah Sehat 2023, Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) memberikan tips kepada guru di sekolah agar siswa tetap sehat dan bugar, salah satunya dengan berolahraga.

Kampanye Sekolah Sehat merupakan salah satu program prioritas Kemendikbudristek yang berfokus kepada 3S, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, dan Sehat Imunisasi. Adapun bentuk aktivitasnya diantaranya Sehat Bergizi, dimulai dari pembiasaan minum air putih minimal dua gelas selama berkegiatan di sekolah dan pembiasaan sarapan dan konsumsi makanan/minuman bergizi seimbang.

Sehat Fisik, melakukan pembiasaan peregangan minimal satu kali saat pergantian jam pelajaran dan pembiasaan Senam Kebugaran Jasmani atau senam kreasi lainnya minimal satu kali seminggu. Sementara, Sehat Imunisasi, dilakukan dengan dengan mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di bulan Agustus dan November.

Anak Indonesia Kurang Gerak dan Olahraga

Beberapa komunitas pemuda dan olahraga di Indonesia, Filipina, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Vietnam akan segera menikmati fasilitas lapangan basket yang telah diperbaharui serta program pelatihan basket berkat donasi senilai Rp10 miliar. Donasi ini bertujuan mendukung gaya hidup sehat bagi anak-anak kurang mampu di Asia.

Program filantropi yang dijalankan bersama Beyond Sport, yayasan olahraga global yang berfokus pada perubahan sosial ini merupakan respons atas laporan Active Healthy Kids Global Alliance 2022 yang didukung Sun Life. Laporan tersebut menyoroti kurangnya aktivitas fisik dan banyaknya perilaku sedentari di kalangan anak-anak dan remaja di Asia, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, obesitas, gangguan kesehatan mental, serta berbagai kondisi kesehatan lainnya yang merugikan. Menurut laporan tersebut, dalam hal aktivitas fisik, Hong Kong dan Malaysia mendapat nilai D, sementara Indonesia, Filipina, dan Vietnam mendapat nilai F. Hasil ini mengindikasikan bahwa kurang dari 20% anak berusia 6 sampai 17 tahun mencapai rata-rata aktivitas fisik moderat hingga intens selama minimal 60 menit setiap hari.

“Kurangnya aktivitas fisik dan perilaku yang cenderung statis di kalangan generasi muda Asia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dan berisiko terhadap peningkatan berbagai kondisi kesehatan serius. Oleh karenanya, perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran serta menyediakan fasilitas dan edukasi berkualitas tentang pentingnya gaya hidup sehat, terutama bagi komunitas yang kurang mampu,” kata Vice President, Branding Communications & Client Experience Sun Life Indonesia, Kaiser Simanungkalit.

Olahraga basket salah satu gaya hidup sehat (Foto: Instagram Sun Life Indonesia)

Executive Director Fred Turner Beyond Sport menekankan bagaimana anak muda di berbagai belahan dunia kerap menghadapi hambatan dalam mengakses olahraga dan segala manfaatnya. "Hambatan tersebut terkadang hanya soal ketersediaan ruang yang aman untuk berolahraga dan bermain," ungkapnya.

Inisiatif ini adalah bagian dari kampanye #MovementMatters yang berfokus pada promosi aktivitas fisik sebagai unsur kunci dalam mewujudkan gaya hidup yang lebih sehat. Kampanye ini dimulai dengan Acara Amal 3x3 yang diselenggarakan secara serentak di Jakarta, Indonesia dan Manila, Filipina.

Direktur Sekolah Dasar, Ditjen PAUD Dikdasmen, Muhammad Hasbi, mengatakan pelaksanaan kegiatan Semarak Kampanye Sekolah Sehat 2023 memadukan promosi pendidikan dan kesehatan dengan cara yang menyenangkan bagi para siswa. Dengan melakukan penerapan aktivitas-aktivitas sederhana yang ada di dalam Kampanye Sekolah Sehat (KSS), diharapkan agar menjadi pembiasaan yang berkelanjutan bagi peserta didik.

 BACA JUGA:

“Dengan mengangkat tema Wujudkan Generasi Sehat untuk Indonesia Hebat, Kemendikbudristek ingin mengajak seluruh ekosistem pendidikan bergotong royong dan menyadari pentingnya menjaga dan memperhatikan kesehatan murid. Terlebih pasca pandemi, sekolah-sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Hasbi dalam keterangan resmi kepada Okezone, Sabtu (2/9/2023).

Sehat Fisik juga bisa diwujudukan dengan menyelenggarakan permainan rakyat, senam bersama, dan jalan pagi itu satu minggu sekali. Beragam permainan tradisional yaitu Gasi/Gasing, Tilako/Egrang bambu, Nojapi-japi/Egrang batok, Balap kelereng estafet, Engklek atau dalam Bahasa daerah Kaili disebut Kadende. Kadende merupakan permainan tradisional melemparkan batu ke tanah atau lantai yang sudah diberi garis kotak-kotak. Kemudian, pemain akan melompat di kotak-kotak tersebut. Di Pulau Jawa, permainan ini disebut taplak.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement