Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Contoh Cerita Pendek Singkat Berbagai Tema Penuh Makna

Bertold Ananda , Jurnalis-Sabtu, 12 Agustus 2023 |07:58 WIB
10 Contoh Cerita Pendek Singkat Berbagai Tema Penuh Makna
Contoh Cerita Pendek Singkat (Foto: Freepik)
A
A
A

8. Contoh Kedelapan

Bandung Bondowoso

Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan raja pengging. Prabu baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan oleh bantuan Bondowoso yang terkenal sebagai Bandung Bondowoso. Dia memiliki senjata sakti yang bernama Bandung. Akhirnya, Bandung Bondowoso menempati prambanan. Dia terpesona oleh kecantikan Roro Jonggrang, putri bekas lawannya.

Bandung Bondowoso ingin memperistri Roro Jonggrang, namun Roro jonggrang takut menolak pinangan itu. Dia tidak begitu saja menerimanya. Dia mau menikah asal Bandung Bondowoso memenuhi syarat-syaratnya. Syaratnya ialah membuat seribu candi dan sumur yang sangat dalam dengan waktu semalam.

Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri yang mempunyai roh-roh halus. Bandung bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Mengherankan cara dan kecepatan kerja mereka. Sesudah pukul empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping itu, sumurnya pun hampir selesai. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis di bangunkannya dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya.

Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang.

9. Contoh Kesembilan

Pelangi Sehabis Hujan

Karya Faomasi

Gemuruh ombak sayup-sayup terdengar memecah keheningan, membuat suasana malam itu terasa semakin dingin. Etta yang pada saat itu masih berusia 5 tahun tampak sedang berbaring sembari menatap remang-remang cahaya yang menyusup melalui celah pintu kamarnya. Tak lama kemudian, terdengar suara keributan dari ruang tamu.

“Sekarang kamu harus memilih, aku atau dia,” ujar bu Marta sambil menunjuk perempuan itu.

“Aku memilih dia,” ujar Pak Ann sambil menunjuk wanita tersebut.

“Baiklah, jika kamu memilih wanita ini maka aku akan pergi bersama anak-anak,” ujar bu Marta lagi.

Ia terdiam, dan hanya bisa mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya. Ia tak mampu melakukan apa-apa pada saat itu, mengingat usianya yang masih sangat kecil.

Pertengkaran kedua orang tuanya merupakan hal yang paling dia benci. Entah mengapa mereka selalu bertengkar, ini bukan pertengkaran yang pertama. Ada rasa kesedihan yang mendalam dalam hatinya. Ia tak bisa melakukan apapun selain melihat segala yang terjadi dengan keluarganya dan menyimpan kesedihan itu dalam hatinya. Beberapa saat kemudian,

“Eta, ayo ikut mama. Kita pergi nak,” ujar bu Marta sambil membangunkan Etta dari tempat tidur. Etta pun segera bangkit dan menggandeng tangan ibunya. Sesampainya di pintu

“ Aku memilihmu saja, karna anakku ada bersamamu”, ujar Pak Ann tiba-tiba. Bu Marta pun terdiam sesaat, dan kemudian berkata “Baiklah, jika kau memilihku maka wanita ini harus pergi dari sini”. Pertengkaran pun akhirnya mereda, malam pun kembali sunyi.

Etta pun kembali ke tempat tidur dan terlelap. Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi dalam keluarganya, beberapa waktu lalu hal seperti ini juga pernah terjadi. Entah sejak kapan Pak Ann yang pada awalnya sangat mencintai Bu Marta berpaling menghianatinya saat ini. Pak Ann adalah seorang supir antar kota yang jarang pulang ke rumahnya. Dalam pekerjaannya ia bertemu dengan banyak klien yang diantaranya adalah wanita-wanita penggoda.

Para wanita tersebut sering memberikan barang-barang kepada Pak Ann. Pak Ann pun selalu berusaha menutupi kesalahannya, dan anehnya bu Marta selalu berhasil mengungkapnya. Ketika Bu Marta mencoba untuk mengungkapkan kesalahan suaminya itu, Pak Ann selalu memukulnya dan melakukan hal-hal lain yang bagi Etta itu sangat menyakitkan, sehingga membuatnya sempat trauma dan memutuskan untuk tak ingin menikah. Keesokan harinya, wanita itu berpamitan kepada ibuku dan bersiap-siap untuk meninggalkan rumah kami.

Ada perasaan lega dalam hatiku, dan aku berharap wanita tersebut tidak akan kembali. Beberapa minggu setelah peristiwa itu, Bu Marta dan Pak Ann memutuskan untuk pindah tempat tinggal. Etta merasa cukup sedih, karena harus meninggalkan kampung halamannya dan saudara-saudaranya. Kebersamaan yang selama ini mereka rasakan terpaksa terhenti karena kepindahannya. Dengan berat hati dan berlinang air mata Etta memasuki mobil L300 yang berwarna biru tua itu. Ada kecemasan, kesedihan dan kerinduan yang dalam akan kampung halamannya itu. “Sampai bertemu kembali kampung halamanku”, bisiknya dalam hati.

Beberapa lama setelah kepindahan keluarga Pak Ann, tibatiba terdengar kabar yang begitu memilukan. Tempat tinggal mereka dahulu terkena bencana alam. Ombak menyapu habis seluruh rumah dan isinya, termasuk beberapa dari saudara Pak Ann juga ikut menjadi korban bencana alam yang dahsyat itu. Beberapa tahun setelah peristiwa itu, Etta pun menyadari bahwa kalau bukan Tuhan yang berencana memindahkan mereka, maka mungkin mereka akan menjadi salah satu korban peristiwa tersebut.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement