SOLO - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengajak seluruh pihak menguatkan pendidikan vokasi untuk mencetak generasi muda yang berkualitas.
"Untuk mencetak SDM unggulan, ada dua patokan, pertama adalah kualitas lulusan yang dicerminkan melalui pekerjaan, baik itu di dunia usaha atau industri, berwirausaha, atau melanjutkan studi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI Kiki Yuliati pada peresmian Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) di SMKN 8 Surakarta dikutip dari Antara, Rabu (1/3/2023).
Sedangkan tolok ukur kedua adalah kemitraan dengan dunia usaha atau dunia kerja.
"Tanpa kemitraan, mustahil pendidikan vokasi bisa berkualitas. Pendidikan vokasi diperlukan untuk mendukung pencapaian pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya," katanya.
Dengan penerapan pendidikan vokasi ini artinya dunia pendidikan harus bersedia mendengarkan masukan dan saran dari para pengusaha tentang penyiapan SDM dan memperhatikan rencana pemda dalam perkembangan ekonomi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi program revitalisasi yang dilakukan oleh Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI.