Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Negara Terbaik untuk Besarkan Anak, Lingkungan Sangat Aman hingga Cuti Orangtua Melimpah

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 18 Februari 2023 |19:02 WIB
5 Negara Terbaik untuk Besarkan Anak, Lingkungan Sangat Aman hingga Cuti Orangtua Melimpah
Ilustrasi/Freepik
A
A
A

2. Estonia

Meskipun Estonia tidak berada di peringkat teratas Unicef secara keseluruhan, negara ini mendapat peringkat tinggi untuk sejumlah aspek penting.

Anak-anak terpapar lebih sedikit polusi udara, lebih sedikit polusi suara, dan lebih sedikit pestisida dibandingkan anak-anak di hampir semua negara kaya lainnya.

Negara ini juga memiliki lebih banyak ruang hijau di perkotaan daripada banyak negara lain, termasuk AS, Kanada, Australia, dan Inggris.

Anak-anak di Estonia cenderung mengatakan bahwa mereka menikmati fasilitas rekreasi lingkungan mereka, seperti taman bermain.

Angka bayi yang lahir dengan berat badan rendah di Estonia pun merupakan yang kedua terendah di antara negara-negara kaya, yang dianggap mencerminkan kualitas perawatan pra-kelahiran yang baik.

Namun, salah satu daya tarik terbesarnya mungkin adalah sistem pendidikan Estonia: anak-anak memiliki keterampilan matematika, sains, dan literasi yang lebih baik dibandingkan dengan negara mana pun di luar Asia. Keterampilan digital juga mendapat perhatian khusus.

“Di taman kanak-kanak bahkan sudah ada robotika, tablet pintar, dan sebagainya, semuanya digunakan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis permainan,” kata Anne-Mai Meesak, manajer proyek dewan pendidikan dan pemuda Estonia yang meneliti sistem pendidikan awal di negara tersebut.

Tapi manfaat dari sistem pendidikan ini melampaui membaca dan robotika.

Sebuah laporan OECD baru-baru ini menemukan bahwa rata-rata anak usia lima tahun di Estonia lebih baik dalam berbagai keterampilan sosial-emosional, termasuk bekerja sama dengan anak-anak lain dan mengidentifikasi emosi, daripada di AS dan Inggris.

Mereka juga jauh di atas rata-rata OECD untuk keterampilan mengatur diri seperti fleksibilitas mental, memori kerja, dan impuls penghambat.

Lalu ada cuti keluarga: Estonia memiliki kebijakan cuti paling belimpah dari negara mana pun di dunia, dengan 100 hari cuti hamil serta 30 hari cuti melahirkan diikuti dengan 475 hari cuti melahirkan berbayar , untuk dibagi – atau digunakan paruh waktu – hingga anak berusia tiga tahun.

Hingga 60 hari dari total cuti tersebut, kedua orang tua dapat tinggal di rumah secara bersamaan dan keduanya tetap digaji.

Estonia juga memberikan 10 hari cuti berbayar per tahun khusus untuk setiap orang tua yang memiliki anak di bawah 14 tahun. (Hak cuti ini berlaku untuk penduduk tetap maupun sementara Estonia, termasuk orang asing.)

Jepang memiliki tingkat obesitas anak terendah, kematian anak rendah dan tingkat polusi udara serta air yang sangat rendah yang memengaruhi anak-anak.

Jepang juga merupakan salah satu negara paling aman bagi keluarga, dan tidak hanya dalam hal kecelakaan lalu lintas.

Tingkat pembunuhan di Jepang adalah yang terendah dari semua negara yang diteliti Unicef: dengan 0,2 per 100.000, angka yang kecil dibandingkan dengan AS (5,3), Kanada (1,8) atau bahkan Australia (0,8).

Faktor keamanan bukan hanya berarti bahwa para keluarga bisa sedikit santai. Faktor ini juga berdampak besar pada kebebasan yang dapat dinikmati anak-anak, menurut Mami McCagg, penduduk asli Tokyo yang kini tinggal di London.

“Anak-anak pergi ke sekolah sendiri sejak usia enam tahun atau lebih. Mereka naik bus atau kereta api (sendiri) jika tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki,” ujarnya.

“Bahkan di tengah kota Tokyo, anak-anak dengan santai berjalan-jalan dan pergi ke sekolah sendiri. Ini benar-benar normal karena lingkungannya sangat aman.”

"Tidak ada yang khawatir tentang anak-anak mereka karena memang tidak perlu."

Di luar nilai tertinggi untuk kesehatan dan keselamatan, Jepang juga memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik dunia, menempati urutan ke-12 di antara 76 negara dan kawasan, menurut penilaian OECD yang menjadi acuan Unicef .

Negara ini juga memberikan hak cuti orang tua yang cukup panjang dengan tetap menerima gaji. Setiap orang tua yang bekerja ditawarkan hak cuti sekitar 12 bulan, dan negara ini sedang berupaya untuk memberi insentif kepada para ayah, khususnya, untuk mengambil hak cuti ini .

Namun yang menarik, meskipun banyak manfaat yang ditawarkan Jepang, jangan heran jika penduduk setempat sendiri tampak kritis, kata McCagg.

“Anda mungkin mendengar banyak pesimisme, karena kita selalu mendengar semua sisi positif dari negara lain dan membandingkannya dengan Jepang,” jelasnya.

"Ini juga masalah budaya, di mana Anda harus bersikap rendah hati. Tapi menurut saya, Jepang adalah tempat yang sangat bagus untuk membesarkan anak."

3. Spanyol

Spanyol menempati peringkat tertinggi di daftar Unicef dalam kategori lingkungan sekitar anak, dengan tingkat morbiditas anak-anak yang sangat rendah karena polusi udara atau air.

Meskipun menurut Unicef negara ini secara umum lebih buruk dalam layanan sosial, pendidikan dan kesehatan, anak-anak di Spanyol memiliki kesejahteraan yang tinggi. Negara ini menempati urutan ketiga untuk kesejahteraan mental anak-anak, juga menduduki peringkat keempat untuk keterampilan dasar akademik dan sosial.

Secara khusus, ini setara dengan Belanda di mana banyak anak mengatakan bahwa mereka mudah berteman (81%), sedangkan tingkat bunuh diri remaja adalah salah satu yang terendah di antara negara-negara kaya dan kurang dari sepertiga dibandingkan data di AS, Kanada, Australia atau Selandia Baru.

Angka ini tidak mengejutkan bagi Lori Zaino, yang pindah ke Madrid dari Chicago 15 tahun lalu.

Ibu dari seorang balita itu mengatakan bahwa salah satu aspek kehidupan yang paling menyenangkan di Spanyol adalah betapa budaya setempat merangkul anak-anak.

"Di sini benar-benar dapat diterima secara sosial untuk membawa anak Anda ke mana-mana – ke restoran, bar. Sangat normal melihat keluarga dengan anak kecil berjalan-jalan di tengah malam," katanya.

"Ini banyak menghilangkan tekanan untuk membuat anak-anak Anda tenang dan diam, sehingga mereka tidak mengganggu orang lain. Di Spanyol, tidak ada yang khawatir tentang itu. Semua orang senang dan berisik dan hanya menikmati waktu bersama keluarga, dan jalan-jalan."

Lalu ada cuti orang tua : baik ibu maupun ayah masing-masing mendapatkan cuti 16 minggu dan tetap digaji 100% (pekerja lepas juga mendapat hak yang sama), setelah itu ibu dapat mengambil cuti tidak berbayar hingga tiga tahun, atau mengurangi jam kerjanya.

Opsi ini tersedia untuk semua penduduk resmi yang terdaftar di sistem jaminan sosial Spanyol yang telah memberikan kontribusi setidaknya selama 180 hari dalam tujuh tahun terakhir.

Seperti negara-negara lain yang terdaftar, negara ini tidak sempurna – kurangnya tempat penitipan anak yang tersedia adalah salah satu masalah serius.

Sebanyak 33% orang tua mengatakan mereka berharap ada lebih banyak tempat penitipan anak yang tersedia, yang merupakan tingkat tertinggi dibandingkan dengan negara kaya lainnya. Namun jelas bahwa Spanyol menawarkan banyak keuntungan bagi keluarga.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement