Dikatakan Khofifah, pelaksanaan simulasi dilakukan dengan menggunakan dua model, yakni secara online, siswa dapat mengerjakan soal simulasi melalui laptop, PC atau android yang terhubung langsung ke server penyelenggara.
Serta model pelaksanaan semi online. Pada model pelaksanaan ini soal disimpan melalui server. Kemudian secara bersamaan siswa mengerjakan di lab komputer.
"Model pelaksanaan semi online ini untuk mengatasi jaringan yang belum bagus. Seperti daerah kepulauan, pedalaman, atau pegunungan," ujar Khofifah.
Tak hanya itu, Khofifah juga mengungkapkan hasil simulasi yang telah dikerjakan siswa akan dianalisis sehingga menjadi data dan dokumen siswa.
"Dengan data ini siswa akan mengevaluasi diri, mana materi-materi yang lemah dan perlu ditingkatkan dan mana materi yang harus diperkuat," tambah dia.
Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi menyebut kegiatan simulasi UTBK-SNBT ini diikuti 18.596 siswa di Jawa Timur dari 816 SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.
Rinciannya, sebanyak 10.115 siswa dari 415 SMA negeri, 1.187 siswa dari 61 SMA swasta. Kemudian 6.134 siswa dari 270 SMK negeri dan 1.160 siswa dari 70 SMK swasta.
Pelaksanaan simulasi terbagi menjadi dua sesi yakni pukul 09.00-11.00 untuk SMA dan pukul 13.00-15.00 untuk SMK.
"Alhamdulillah pelaksanaan simulasi berjalan lancar dan diikuti siswa kelas 12 seluruh SMA/SMK di Jawa Timur. Peserta yang mengikuti simulasi UTBK-SNBT dilaksanakan secara gratis dan diikuti 25 siswa setiap sekolah," urainya.
Hasil simulasi, lanjut Wahid nantinya masih akan dianalisis sehingga menjadi data dan dokumen anak. Di antaranya, statistik nilai skolastik, nilai Literasi, serta nilai rata-rata dan nilai akhir.
"Simulasi ini bermanfaat bagi siswa karena mereka akan mengetahui juga memahami jenis bentuk dan type soal yang akan dihadapi nanti di UTBK-SNBT," ujar Wahid.
Materi-materi simulasi tersebut, tambah dia, untuk materi tes skolastik memuat kemampuan penalaran umum, kemampuan memahami bacaan, menulis, dan pengetahuan kuantitatif.