Share

Wakaf Jadi Lifestyle Anak Kampus Negeri, Tiru Dana Abadi Kampus Ternama Luar Negeri

Widya Michella, MNC Media · Kamis 08 Desember 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 65 2723026 wakaf-jadi-lifestyle-anak-kampus-negeri-tiru-dana-abadi-kampus-ternama-luar-negeri-qOGOgsuFbu.jpg Ilustrasi/Okezone

JAKARTA - Berwakaf sudah menjadi gaya hidup anak kampus negeri Indonesia. Hal itu meniru dari endowment fund atau dana abadi di kampus mancanegara.

Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh menjelaskan wakaf saat ini sudah menjadi gaya hidup anak-anak di kampus negeri.

Menyoal itu, ada kampus ternama dunia luar negeri juga melakukan hal demikian dengan bahasa dana abadi.

"Wakaf jadi lifestyle di kampus negeri," kata Mohammad Nuh, saat Konferensi Pers Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BWI di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

"Semua kampus top dunia ya, contoh aja oxford stanford, semua punya endowment fund. Gak mungkin pakai bahasa wakaf mereka, itu aset berupa dana abadi," tutur Nuh lebih lanjut.

Contoh saja ada Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya sudah memiliki riwayat wakaf. Apalagi, memang wakaf ini teebuka untuk semua kampus.

Follow Berita Okezone di Google News

"IPB sendiri ada 200 Miliar, ITS 50 Miliar. Siapa tau ada kampus lain yang mau membeli wakaf," tutur Nuh.

Indeks untuk tahun 2023 nanti bakal mencapai Rp 1 Triliun hanya dari perguruan tinggi. Tentu saja, nazhir memang bakal mendukung pengelolaan wakaf di daerah.

"Tahun 2023 tembus 1 Triliun dari perguruan tinggi negeri. Banyak yang lain pastinya lebih dari 50M. Lagipun mengelola wakaf itu ya CEO perusahaan muda, jadi BWI mendirikan LSP resmi ada kompetensinya," ucap Mohammad Nuh.

"Ada nazhir jadi CEO dia bisa mengelola wakaf di suatu daerah jadi manfaat sekitar," tuturnya.

Sebagai informasi, Rakornas BWI digelar selama tiga hari, 6-8 Desember 2022 di Hotel Grand Melia, Jakarta dengan mengusung tema “Percepatan Ekosistem Perwakafan: Profesionalisasi Nazhir.”

Kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 300an peserta dari berbagai intansi yang konsen dalam perkembangan wakaf di Indonesia.

Termasuk di dalamya ada perwakilan Badan Wakaf Indonesia tingkat Provinsi seluruh Indonesia, Kementrian Agama RI, Kementrian PMK, Kementrian ATR/BPN, Kementrian Keuangan dan stakeholder perwakafan lainnya.

Dalam Rakornas tersebut juga dibahas tentang penggunaan Indeks Wakaf Nasional sebagai tolok ukur kinerja perwakafan nasional pada masing-masing propinsi, dengan diterapkannya IWN tersebut diharapkan kinerja perwakafan dapat terukur secara periodik, transparan, fair, dan akuntabel.

Selain itu, beragam persoalan terkait sertifikasi tanah wakaf juga akan dibahas secara intensif, dengan tujuan untuk melindungi dan mendayagunakan aset-aset wakaf secara optimal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini