Share

Mengenal Quarter Life Crisis, Fase Kebimbangan Menjadi Dewasa

Rafael Al Maraghy, Presma · Jum'at 02 Desember 2022 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 65 2719312 mengenal-quarter-life-crisis-fase-kebimbangan-menjadi-dewasa-odpoZJGSKZ.jpg Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Apakah rutinitas yang sekarang sedang kamu jalankan membuat dirimu bahagia? Atau malah membuat kamu bertanya-tanya tentang tujuan hidupmu selama ini?

Jika iya, berarti saat ini kamu sedang mengalami masalah emosional yang dikenal dengan istilah Quarter-Life Crisis.

Quarter-Life Crisis adalah masalah krisis emosional yang kerap menjadi penyakit para remaja yang beranjak dewasa dalam rentang umur 20-30 tahun.

Masalah ini menimbulkan perasaan seperti, merasa terisolasi dalam rutinitas, tidak percaya diri akan kemampuan, dan selalu meragukan diri karena terlalu sering merasa cemas akan masa depan dan tujuan hidup.

Orang-orang yang mengalami krisis ini akan kehilangan motivasi dan tujuan hidup karena sering kali mempertanyakan eksistensi kehidupannya, lalu berusaha untuk menarik diri dari pergaulan yang selalu membuatnya merasa depresi, frustasi, dan cemasan tidak berujung.

Padahal semua ini diakibatkan karena pikiran diri sendiri yang selalu bertanya-tanya tentang tujuan hidup yang menurutnya tidak jelas.

Follow Berita Okezone di Google News

Namun kamu tidak perlu khawatir, karena menurut para ahli dan pakar pisikologi, Quarter-Life Crisis adalah keadaan yang normal dan sangat baik untuk kehidupan kamu, loh!

Asal kamu mengetahui bagaimana cara agar dapat keluar dari zona tersebut.

Untuk itu, ketahuilah tips mengelola perasaan quarter life crisis yang kamu miliki ini. Simaklah pembahasan berikut.

Menghadapi Quarter-Life Crisis

1. Sekarang, pikirkanlah tujuan yang ingin kamu raih dalam 5 tahun ke depan

lalu tulis semuanya ke dalam satu lembaran kertas. Contohnya kamu memilih ingin menjadi seorang penulis.

2. Kemudian kamu harus memikirkin dampak positif-negatif yang akan terjadi jika kamu memilih menjadi seorang penulis.

Contohnya kamu akan menjadi penulis terkenal jika buku yang kamu tulis best seller, namun jika kamu gagal, kamu akan kesulitan untuk bertahan hidup karena pendapatan yang yang diraih seorang penulis biasa tidaklah besar.

3. Sekarang kita fokus menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara membuat strategi agar kamu tidak gagal.

Contohnya seperti harus banyak memilki refrensi tulisan yang bagus, selalu melakukan riset sebelum menulis, mendengar pendapat dan masukan orang lain, dan lain sebagainya.

Untuk yang terakhir, kamu harus memprediksi dan memecahkan rintangan yang akan terjadi selama proses mengejar impian.

Mungkin kamu adalah orang yang malas untuk mencari sebuah ide, atau terlalu sulit bagi kamu untuk mengatur waktu mengerjakan tugas sekolah, kantor, atau kegiatan lain, sehingga mimpi kamu menjadi seorang penulis terbengkalai.

Semua rintangan ini harus kamu prediksikan dan kamu pecahkan agar kamu tidak lagi merasa cemas untuk melakukan apa nantinya.

Itu dia tips agar kamu dapat mengatasi Quarter-Life Crisis. Semoga bermanfaat dan jangan ragu untuk mengejar impian

Rafael Al Maraghy

Aktivis Persma Ketik Polimedia

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini