Share

Mengenal Prof Siti Baroroh, Tokoh Aisyiyah yang Jadi Guru Besar Perempuan Pertama di Indonesia

Rina Anggraeni, Okezone · Kamis 24 November 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 624 2714110 mengenal-prof-siti-baroroh-tokoh-aisyiyah-yang-jadi-guru-besar-perempuan-pertama-di-indonesia-ewv0nBN8kl.png Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA- Mengenal Siti Baroroh Guru besar perempuan pertama di Indonesia menarik dibahas. Hal ini bertepan dengan Hari Guru pada tanggal 25 November 2022.

Siti Baroroh Baried lahir pada tanggal 23 Mei 1925 adalah seorang akademisi dan tokoh perempuan Indonesia. Sosok wanita yang meninggal pada 9 Mei 1999 ini memiliki beragam jasa.

Mengenal Siti Baroroh ini menikah dengan dr Baried Ishom dikarenakan latar belakang keluarganya yakni KH Ahmad Dahlan. Meskipun menjadi seorang istri, dia juga tidak lupa terus meningkatkan pendidikannya.

Apalagi,Siti merupakan akademisi sekaligus aktivis yang berkontribusi dalam mengembangkan potensi wanita serta seorang tokoj Aisiyah. Tokoh ini memperkenalkan ormas perempuan ke dunia internasional.

Ia pernah menjabat sebagai dekan di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada dan Ketua Pengurus Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Siti Baroroh merupakan seorang pakar sastra Arab dan tercatat sebagai perempuan pertama yang bergelar guru besar di Indonesia dan dikenal sebagai seorang pakar bahasa.

Sebelum menjadi Guru Besar, ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Siti juga pernah berkuliah di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Dia berhasil membuktikan bahwa perempuan bisa menempuh pendidikan setinggi-tingginya di mana pun seperti halnya laki-laki.

Selama dua periode, 1965-1968 dan 1968-1971, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra UGM, serta Ketua Jurusan Asia Barat Fakultas Sastra UGM periode 1963-1975. Ia juga turut mengelola penerbitan Majalah Suara ‘Aisyiyah.

Siti Baroroh Baried barangkali merupakan salah satu sosok wanita paling berpengaruh dalam sejarah panjang Muhammadiyah dan tentu saja ‘Aisyiyah. Abd. Rohim Ghazali dalam tulisan di kolom Geotimes.co.id (2016) dengan judul “Kartini-Kartini Muhammadiyah” bahkan menyebut Siti Baroroh sebagai tokoh perempuan Muhammadiyah yang tergolong langka.

Banyak karya Siti Baroroh terkait pembelajaran mengenai filologi, ilmu tentang bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah; sebut saja Bahasa Arab dan Perkembangan Bahasa Indonesia (1970), Bahasa Indonesia sebagai Infrastruktur Pembangunan (1980), Panji: Citra Pahlawan Nusantara (1980), Pengantar Teori Filologi (1985), Memahami Hikayat dalam Sastra Indonesia (1985), Kedatangan Islam dan Penyebarannya di Indonesia (1989), dan masih banyak lainnya.

 (RIN)

 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini