Share

Cerita Mahasiswa Universitas Brawijaya di Singapura yang Aktif Jadi Relawan Anak Putus Sekolah

Tim Okezone, Okezone · Rabu 16 November 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 65 2708585 cerita-mahasiswa-universitas-brawijaya-di-singapura-yang-aktif-jadi-relawan-anak-putus-sekolah-D3BgNq3ZlR.jpg Mahasiswa UB di Singapura menjadi volunteer untuk anak putus sekolah/Dok. UB

MALANG - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Kal Kristhoper Yonadie mendapatkan kesempatan kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapore selama satu semester.

Kesempatan ini ia dapatkan dari program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dari Kemendikbudristek.

Dikutip dari laman resmi UB, kesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri ini tidak ingin ia sia-siakan saja dengan hanya berkuliah.

Mahasiswa yang akrab dipanggil Kal ini kemudian mencari kesibukan lain untuk meningkatkan kompetensi diri seperti dengan aktif menjadi volunteer bagi anak-anak muda yang putus sekolah dan yang memiliki kesehatan mental.

“Ada ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi di Singapura, hingga ada beberapa anak putus sekolah. Jumlah anak broken home di sini juga tinggi. Biasanya mereka bingung apa yang mereka inginkan ke depannya. Sehingga saya tergerak untuk membantu anak-anak muda ini supaya mereka bisa mendapatkan jalan keluar yang bermanfaat untuk diri mereka,” ungkap Kal.

Kal menceritakan, melalui wadah ini ia dan teman-temannya memberi motivasi, inspirasi, juga keahlian yang dibutuhkan untuk dunia kerja seperti barista, hairdressing, serta mendengarkan curhatan mereka.

“Sebenarnya mereka butuh teman untuk bercerita, dan saya melihat anak-anak muda ini memiliki potensi besar, sehingga kami berusaha membantu mengarahkan agar mereka tidak memilih jalan yang salah seperti menggunakan narkoba atau pergaulan buruk lainnya,” jelas mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB UB ini.

Aktif dalam kegiatan volunteer tidak lantas membuat Kal melupakan kuliahnya. Di NTU, Ia mengambil jurusan yang sama dengan di UB, yakni Akuntansi.

“Sudah menjadi mimpi saya untuk bisa merasakan berkuliah di NTU. Untuk program IISMA ini saya memilih NTU sebagai universitas pilihan pertama karena NTU sudah terkenal dengan kredibilitasnya, dan selalu berada pada peringkat atas di QS Top University,” katanya.

Ia aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, baik lecturing dan seminary, ketika mahasiswa dituntut mengerjakan proyek setiap minggunya, seperti membuat bisnis dan analisisnya.

Kal berharap sekembalinya ke Indonesia Ia dapat menerapkan dan membagikan ilmu yang didapat dalam bidang akuntansi dan marketing.

Selain itu, untuk meneruskan pengalamannya sebagai volunteer, Ia ingin bergabung dalam organisasi untuk membantu anak-anak muda yang memiliki masalah, atau bahkan dapat mendirikan sendiri lembaga sosial atau yayasan untuk membantu mereka.

“Karena saya sebagai anak muda juga pernah dihadapkan dengan masalah, untuk itu saya ingin membantu anak-anak muda agar mereka dapat mendapatkan jalan keluar terbaik, atau sekadar menjadi tempat bercerita,” pungkas Kal.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini