Share

FKG Universitas Brawijaya Kembangkan Halodent, Aplikasi Tele-Konsultasi untuk Edukasi Masyarakat

Tim Okezone, Okezone · Senin 07 November 2022 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 65 2702357 fkg-universitas-brawijaya-kembangkan-halodent-aplikasi-tele-konsultasi-untuk-edukasi-masyarakat-3vBkAitttp.jpg Halodent karya FKG Universitas Brawijaya/Dok. UB

MALANG - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) melalui program pengabdian masyarakat, mengembangkan Halodent sebagai media edukasi bagi masyarakat yang berada di wilayah Malang.

Dr. Yuanita Lely Rachmawati, drg., M.Kes., dan Feni Istikharoh, drg., M.Biomed bersama Dr. Eng. Herman Tolle, ST., MT., dan Hilman Hamdani mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer UB, bekerja sama mengembangkan aplikasi ini.

Dikutip dari laman resmi UB, aplikasi ini menyediakan menu seperti chat realtime, berbagai video edukasi menarik serta penilaian risiko karies secara mandiri.

Dengan menerapkan kode etik layanan, masyarakat dapat mengakses aplikasi ni secara gratis melalui ponsel android-nya secara aman.

Operasionalisasi Halodent melibatkan mahasiswa profesi dan dosen Fakultas kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB), sehingga Dosen dapat melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui aplikasi ini.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2022, Halodent telah dikunjungi berbagai lapisan masyarakat. Melalui monitoring dan evaluasi aplikasi ini terus akan dikembangkan seiring dengan kebutuhan pengguna.

Follow Berita Okezone di Google News

Layanan konsultasi setiap hari Senin-Sabtu jam 08.00-17.00 WIB.

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi Halodent beserta cara penggunaannya pada http://bit.ly/halodent.

Kasus Covid-19 telah menyebar ke penjuru dunia. Covid-19 menular melalui droplet, fomite dan transmisi kontak sehingga interaksi tatap muka langsung antara pasien dengan profesional kesehatan dapat meningkatkan resiko penularannya.

Rekomendasi World Health Organization (WHO) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk mengurangi penyebaran Covid-19, adalah dengan pembatasan sosial.

Perawatan gigi menyebabkan dokter gigi paling rentan tertular oleh Covid-19, karena itu disarankan untuk menggunakan teledentistry sebagai sarana komunikasi antara dokter dengan pasien dan sebagai prosedur seleksi sebelum kasus darurat mencapai rumah sakit.

Teledentistry di Indonesia diaplikasikan dalam bentuk tele-konsultasi. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter gigi secara real time melalui media yang dapat diakses secara daring.

Melalui teledentistry, pasien dan dokter gigi dapat melakukan konsultasi jarak jauh meminimalisir kontak sehingga penyebaran Covid-19 dapat dihindari.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini