JAKARTA - Akhir-akhir ini, hampir setiap orang berlomba-lomba untuk meraih tujuan dengan usaha apapun sehingga segala sesuatu dikerjakan dengan bentuk kerja yang sangat keras.
Sering juga dikenal dengan hustle culture, budaya kerja berlebihan ini menanamkan kepercayaan kepada individu bahwa usaha yang keras adalah satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan.
Sebuah ilusi yang dipercaya oleh sebagian besar orang adalah ketika menganggap fase bekerja berlebihan merupakan sesuatu yang produktif, dielu-elukan sebagai gaya hidup, serta dianggap sebagai pijakan meraih tujuan yang ideal.
Jika direnungkan, apakah memprioritaskan segala pekerjaan dapat menjadi jaminan kesuksesan? Apakah Anda benar-benar sedang bekerja?
Apa Itu Budaya Kerja Berlebihan?
Hustle Culture atau budaya kerja berlebihan merujuk kepada sebuah budaya yang dipahami oleh individu sebagai tekanan untuk terus bekerja hingga lelah, tanpa istirahat, dan bertujuan hanya untuk menghasilkan uang dan produktif.
Budaya ini juga memaksa individu untuk membentuk ekspektasi yang tidak realistis dalam meraih kesuksesan, sehingga yang seharusnya kegiatan berjalan secara produktif dan efektif malah cenderung berdampak kepada kesehatan mental.