Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Hustle Culture: Sebuah Budaya Kerja Keras yang Berlebihan

Kaisha Alleyda Sulistyo , Jurnalis-Rabu, 16 November 2022 |08:21 WIB
Mengenal Hustle Culture: Sebuah Budaya Kerja Keras yang Berlebihan
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

Burnout menyebabkan pekerja menjadi pesimis untuk bekerja, sehingga motivasi dan energi yang seharusnya dapat untuk menjalankan sebuah pekerjaan berkurang secara signifikan.

Menurut Dr M. Tasdik Hasan, peneliti kesehatan mental skala global, berpendapat bahwa korelasi antara kerja berlebihan dengan kesehatan mental jarang disadari.

Padahal, jadwal kerja yang padat merujuk pada gangguan ritme biologis tubuh sehingga berdampak signifikan terhadap efisiensi kerja, pola tidur, perubahan perilaku, stres, depresi, obesitas, hipertensi, dan mungkin jadi masalah komplikasi jantung.

Pada intinya, budaya kerja yang berlebihan melahirkan korelasi yang negatif terhadap diri dan hubungan yang ‘toksik’, baik antar karyawan maupun ke perusahaan itu sendiri.

Lingkungan yang cenderung menekan individu tentu tidak mungkin menghasilkan individu yang produktif.

Untuk mewujudkannya, perlu untuk membentuk lingkungan yang mendukung dan bentuk persaingan yang sehat sehingga dapat memotivasi karyawan untuk melakukan yang lebih baik.

Bentuk persaingan sehat ini tentu harus mencangkup keadilan dalam memberikan imbalan atau penghargaan serta tidak adanya menjatuhkan satu dengan yang lain.

Kaisha Alleyda Sulistyo

Aktivis Persma Eryhthro FK UNS

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement