Share

Unpad Kenalkan Mainan Tradisional Sunda ke Mahasiswa Asing, Ada Perepet Jengkol hingga Egrang

Arif Budianto, MNC Portal · Senin 14 November 2022 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 65 2706893 unpad-kenalkan-mainan-tradisional-sunda-ke-mahasiswa-asing-ada-perepet-jengkol-hingga-egrang-0v3gDhBWHt.jpg Unpad kenalkan mainan tradisional Sunda ke mahasiswa asing/Dok. Unpad

BANDUNG - Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkenalkan permainan tradisional Indonesia kepada 95 mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan pertukaran pelajar di Indonesia.

Ada berbagai permainan tradisional yang dikenalkan kepada para mahasiswa asing tersebut di antaranya adalah, béklen, egrang, gatrik, bakiak, loncat tinggi, sapintrong, dan pérépét jéngkol.

Pengenalan tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan kegiatan “BRIDGE (Building Relationships, Intercultural Dialogue and Global Engagement): Exploration of Sundanese Culture”.

Mereka berasal dari delapan perguruan tinggi di Jawa Barat, yaitu: Unpad, UPI, Unpar, Telkom University, Universitas Kristen Maranatha, Itenas, Polban, dan Universitas Widyatama.

Kepala Kantor Internasional Unpad Ronny mengatakan, kegiatan kolaborasi antar perguruan tinggi ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa asing akan kebudayaan Sunda.

Ada tujuh jenis olahraga dan permainan tradisional yang ditampilkan, yaitu: béklen, egrang, gatrik, bakiak, loncat tinggi, sapintrong, dan pérépét jéngkol.

Follow Berita Okezone di Google News

Ronny melanjutkan, mahasiswa asing tidak hanya sekadar mengenal cara bermain dari permainan tersebut.

Mahasiswa juga dipresentasikan makna yang ada dari permainan tradisional tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa asing mengenal lebih dekat filosofi dari beragam permainan tradisional tersebut.

“Mahasiswa dikenalkan bagaimana nilai-nilai yang ada dari permainan tersebut, seperti kolaborasi, sinergi, hingga makna penting persahabatan,” kata Ronny dalam siaran pers Kanal Media Unpad.

Kegiatan BRIDGE tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih banyak dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Hal ini akan mendorong perguruan tinggi Indonesia memiliki daya saing di tingkat global.

“Untuk bisa melangkah maju ke tingkat global, kita tidak bisa berjalan sendiri. Melalui kerja sama ini akan mendorong pencapaian tujuan perguruan tinggi dapat diraih bersama,” kata Ronny.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini