Share

Guru Khawatirkan Kegiatan Mengajar, Imbas Banyaknya Upload Data

Arif Budianto, MNC Portal · Minggu 13 November 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 624 2706590 guru-khawatirkan-kegiatan-mengajar-imbas-banyaknya-upload-data-sYcnAxjgUQ.jpg Ilustrasi/Okezone

BANDUNG - Guru di Jawa Barat mengeluhkan banyaknya tugas upload yang mesti dilakukan untuk mendapatkan tunjangan remunerasi kinerja.

Guru minta agar aktivitas tersebut disederhanakan sehingga tidak mengganggu proses mengajar guru.

Menurut Ketua Lembaga Advokasi Guru (LAG) IKA UPI Iwan Hermawan, guru-guru di Provinsi Jawa Barat memohon kepada Pemerintah Provinsi jangan terlalu membebankan mengerjakan upload aplikasi kepada guru PNS SMA,SMK dan SLB.

Apalagi sebagian besar guru sudah mendekati masa pensiun dan diantaranya gagap teknologi.

"Salah satu dampak dari kesibukan mengisi aplikasi harian, mingguan, atau bulanan itu cukup engganggu waktu efektif guru. Mengganggu jam mengajar karena harus selalu foto kepada siswa, tidak natural. Akibatnya, guru tidak fokus mendidik karena disibukkan dengan aplikasi," kata dia, Minggu (13/11/2022).

Menurut Iwan, isian data yang dilakukan guru tidak ada korelasi dengan upaya peningkatan prestasi siswa.

Waktu libur Sabtu dan Minggu untuk berekreasi dengan keluarga jadi tidak bisa dilaksanakan karena waktu libur habis untuk mengerjakan dan upload aplikasi mingguan baik ke TRK maupun ke YouTube.

Follow Berita Okezone di Google News

"Ironisnya ada kompetisi keberhasilan mengisi aplikasi-aplikasi tersebut antar Kantor Cabang Dinas (KCD) sehingga para pejabat KCD menekan para kepala sekolah dan kepala sekolah menekan para guru untuk melakukan tugas mengerjakan aplikasi-aplikasi tersebut. Sesuai dengan aturan sebenarnya pimpinan tidak boleh melakukan sewenang-wenang kepada bawahannya yang berdampak menggangu kinerja dan keharmonisan keluarga bawahanya, " jelas dia.

Dia pun menjadi mencontohkan, isiin data serupa juga dilakukan Provinsi Banten.

Namun mereka membuat isian yang lebih sederhana dengan tunjangan lebih tinggi Rp3 juta. Sementara di Jabar nilai tunjangannya Rp1, 7 juta.

Iwan meminta, Gubernur Jabar memerintahkan kepada BPD dan Disdik jabar untuk meyederhanakan kewajiban guru PNS mengerjakan aplikasi-aplikasi tersebut.

Guru juga diminta lebih konsenteasi belajar demi terlaksananya pendidikan di Jawa Barat yang lebih baik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini