Share

Mahasiswa Teknik Kimia UNS Raih Juara 1 Aceh Plant Design Competition 2022

Natalia Bulan, Okezone · Kamis 10 November 2022 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 65 2704712 mahasiswa-teknik-kimia-uns-raih-juara-1-aceh-plant-design-competition-2022-Uk7F9cnf7D.jpeg Mahasiswa UNS juara 1 di APDC 2022/Istimewa

SOLO - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) UNS meraih juara 1 Aceh Plant Design Competition (APDC) 2022.

Mereka adalah Muhammad Rizki Murdowo, Laurencia Angelina Kurniawan, dan Zidan Insa Fauzi.

APDC 2022 diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh dan Bank Indonesia pada tanggal 30-31 Oktober 2022 di Hermes Hotel, Banda Aceh.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian acara Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2022.

 BACA JUGA:Profesor Ekonomi Pembangunan UNS Patenkan Dua Motif Batik Khas Sragen

Dalam kompetisi ini, seluruh finalis mempresentasikan ide bisnis untuk pembangunan industri di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.

Di bawah bimbingan Dr. Sunu Herwi Pranolo, Zidan dan timnya mengusung gagasan rancang pabrik gasifikasi cangkang sawit menjadi dimetil eter.

Follow Berita Okezone di Google News

Ide tersebut muncul dari riset yang telah dilakukan Prodi Teknik Kimia FT UNS mengenai gasifikasi cangkang sawit menjadi syngas.

Melalui proses lanjutan, syngas tersebut dapat menghasilkan dimetil eter yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti LPG.

“Teknik Kimia UNS telah melakukan riset terkait gasifikasi cangkang sawit selama 10 tahun. Sejalan dengan itu, pemerintah juga menginginkan hilirisasi produk komoditas daerah, salah satunya Aceh. Produk tersebut adalah cangkang sawit yang akan diproses menjadi dimetil eter sebagai substitusi LPG untuk mengurangi impor LPG,” jelasnya, Kamis (10/11/2022).

Lebih lanjut, mahasiswa semester lima tersebut mengaku senang ketika Ia dan timnya diumumkan meraih juara.

“Senang sekali karena ini lomba offline pertama yang diikuti setelah pandemi. Kemudian, dari lawan-lawannya juga engga cuma dari mahasiswa saja, tapi umum dari berbagai latar belakang, seperti dari perusahaan. Semoga rancangan pabrik yang dibuat ini bisa dibangun secara nyata,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini