Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

18 Perguruan Tinggi di Jateng dan DIY Dilibatkan untuk Pencegahan Stunting

Natalia Bulan , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2022 |11:45 WIB
18 Perguruan Tinggi di Jateng dan DIY Dilibatkan untuk Pencegahan Stunting
Pemukulan gong bersama-sama menandai 'Kick Off Kolaborasi Pendampingan Penurunan Stunting di Jawa Tengah oleh Perguruan Tinggi melalui Gotong-Royong Cegah Stunting (Gong Ceting)', Minggu (9/10/2022)/Antara
A
A
A

Menurut dia, kelemahan dalam penanganan stunting selama ini sinkronisasi program yang lemah, dengan KKN tematik ini akan memperkuat sinkronisasi program, sehingga diharapkan ada perubahan yang signifikan.

"Program ini termasuk yang pertama kerja sama Forum Rektor Indonesia dengan BKKBN," katanya.

Ia menyampaikan, dalam penanganan stunting lingkungan harus diubah supaya ibu-ibu pinter mengasuh anaknya, ibu-ibu bisa memberikan makanan yang sehat untuk anaknya.

"Oleh karena itu, dalam kegiatan ini paling utama yang dilakukan Gong Ceting ini adalah pemberdayaan kader di lapangan agar benar-benar mendampingi keluarga-keluarga berisiko stunting khususnya dan dapur sehat yang akan jadi sasaran utama," katanya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, di desa itu ada tim pendamping keluarga, bidan, penyuluh KB dan PKK yang sudah menguasai data yang ada di lingkungannya.

"Kemudian juga ada petugas lapangan KB dan puskesmas, maka mahasiswa KKN nantinya pasti kerja sama dengan lintas sektor di lapangan," katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini bisa efektif untuk mempercepat penanganan stunting, karena yang mengajari tentang gizi seimbang itu datangnya dari kampus, di samping dari dinas.

"Menurut saya datangnya mahasiswa dari kampus itu penting sekali untuk memberikan penjelasan tentang kaidah-kaidah ilmu praktis yang bisa dilaksanakan di lapangan dan langsung kepada keluarga," katanya.

Ia mengakui mahasiswa yang ikut KKN ini memang ada yang berasal dari program studi yang punya ilmunya langsung, misalnya prodi gizi, keperawatan, kesehatan lingkungan, kebidanan, kalau mereka prodinya langsung dengan ilmunya langsung komunikasi, informasi, edukasi (KIE), tetapi ada juga dari prodi lain maka dia bisa mendampingi dari sisi pencegahan bagaimana lingkungan menjadi lebih baik.

"Bagaimana pola pikirnya. Ibaratnya mahasiswa pendidikan juga dibutuhkan untuk mengubah perilaku masyarakat," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement